Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Tekan Angka Human Trafficking, Pemerintah Perlu Buka Lapangan Kerja
Human Trafficking NTT

Tekan Angka Human Trafficking, Pemerintah Perlu Buka Lapangan Kerja

By Redaksi13 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan Musyawarah Komisariat Daerah Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur di Hotel Neo Aston Kupang, Sabtu (10/8/2024)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTT, Suratmi Hamida menegaskan, pemerintah perlu memberikan solusi berupa ketersediaan lapangan pekerjaan bila ingin menekan tingginya angka perdagangan manusia atau human trafickking di NTT. 

Suratmi menyampaikan itu saat membawakan materi dalam kegiatan Musyawarah Komisariat Daerah Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur di Hotel Neo Aston, Sabtu (10/8/2024).

Ia menjelaskan, migrasi orang NTT terutama ke Malaysia cukup tinggi dan ini berlangsung sejak lama. Ada yang prosedural namun tidak sedikit juga yang non-prosedural (ilegal), sehingga ketika terjadi masalah di negara tujuan pemerintah sulit memberikan pengawasan yang maksimal.

Selain itu, lanjut Suratmi, motivasi para pekerja migran keluar negeri adalah untuk mencari uang. Sehingga apabila ingin menekan tingginya angka pekerja migran ke luar negeri, maka pemerintah harus menyediakan solusi yang konkret terutama lapangan pekerjaan di daerah asalnya.

“Masalah peradangan orang (human trafficking) merupakan masalah bersama. Oleh karena itu perlu kerja sama dari semua pihak untuk mengatasinya termasuk kehadiran dari Pemuda Katolik,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemuda Katolik menjadikan masalah human trafickking sebagai salah satu isu penting dalam Musyawarah Komisariat Daerah Pemuda Katolik NTT.

Kader Pemuda Katolik NTT Isto Haukilo menjelaskan, hal ini adalah bagian dari komitmen Pemuda Katolik secara nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum Stefanus Asat Gusma.

Pemuda Katolik telah bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama itu telah ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi di Sumba Barat Daya beberapa waktu lalu.

“Hal ini dinilai sangat urgen karena masih tingginya angka kematian migran yang dipulangkan dan sejalan dengan arahan Yang Mulia Mgr. Hironimus Pakenoni Uskup Keuskupan Agung Kupang,” terang Isto.

Ia mengharapkan kegiatan ini bisa mendorong peserta dari daerah seluruh NTT untuk memiliki keterpanggilan hati nuraninya pada persoalan human trafficking. [VoN]

Human Trafficking Pemuda Katolik Pemuda Katolik NTT
Previous ArticlePWNU NTT Sambut Baik Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Next Article Rumah Perempuan Akan Dampingi Anak Korban Meninggal Akibat Dianiaya Suami

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.