Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Gelar Rakerkesda di Hotel Mewah, Dinkes Matim Dikritik Masyarakat
KESEHATAN

Gelar Rakerkesda di Hotel Mewah, Dinkes Matim Dikritik Masyarakat

By Redaksi9 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Spanduk kegiatan Rakerda Dinkes Matim di Hotel Bintang Flores Labuan Bajo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Dinas Kesehatan Manggarai Timur (Dinkes Matim) melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di hotel mewah Labuan Bajo menuai kritikan dari masyarakat.

Paul J, warga kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong kepada VoxNtt.com, Sabtu (8/4/2017) mengaku dirinya tidak mempersoalkan dana untuk Rakerkesda tersebut . Namun ia menyanyangkan Dinkes Matim malah memilih lokasi elit untuk melaksankan kegiatan Rakerkesda.

“Kalau soal uang, saya tidak  komentar. Itu kebijakan dinas. Tetapi kebijakan umum pemilihan lokasi elit yang sangat saya tidak setuju,” kata Paul.

Dikatakan Paul,  jika alasan takut terusik oleh masalah yang ada, maka mestinya mencari lokasi di Elar Selatan yang terpencil. Menurut dia, kegiatan di Elar Selatan jauh lebih hemat dan bisa mengangkat ekonomi masyarakat setempat.

“Saya menyayangkan itu. Jatuh dana tersebut ke hotel orang kaya, sebaiknya jatuh di masyarakat  terpencil di Manggarai Timur atau tempat lain di Matim,” kata Paul.

Hal senada disampaikan Firman, warga Kelurahan Satar Peot- Borong. Dia mengatakan, kegiatan itu memboroskan anggaran. Padahal di Borong, ibu kota Matim sendiri masih ada hotel.

“Di Borong kan juga ada hotel. Kenapa harus di hotel berbintang. Dan harus mengeluarkan dana begitu banyak. Tidak pikir apa rakyat masih menderita. Kita yg makan uang rakyat, seenaknya kita keluarkan dana dengan jumlah begitu banyak,” ujar Firman.

“Lebih bagus kalau uang ratusan juta itu kasih gaji untuk tenaga kesehatan yang sukarela to. Daripada untuk refressing, ko anggarkan dana sebanyak itu,” kata Firman.

Terkait hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Matim,dr Surip Titin kepada wartawan di Labuan Bajo, Jumat (7/4/2017) mengatakan memilih Labuan Bajo sebagai tempat kegiatan merupakan kesepakatan seluruh peserta Rakerkesda. Peserta merupakan para kepala puskesmas dan staf di seluruh wilayah Matim. Apalagi selama ini, Dinkes selalu disoroti publik.

Baca: Ini Jawaban Plt Kadis Kesehatan Matim Terkait Rakerkesda di Hotel Bintang Labuan Bajo

“Kita butuh refresing juga, dengan beban kerja Dinkes yang sangat banyak,” ujar Pelaksana Tugas yang baru dilantik beberapa bulan lalu itu.

Dia mengatakan agenda penting dalam Rakerkesda Matim di Labuan Bajo yakni pembahasan persoalan ibu dan anak (KIA) dan imunisasi.

“Kita berharap setelah kegiatan Rakerkesda ini,setiap Puskesmas di Matim sudah membuat perencanaan yang matang dalam menjalankan program KIA dan imunisasi,” harap Titin. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleE-KTP {Saja-Sajak Yohan Lejab}
Next Article Di Tengah Rasionalisasi Anggaran, Dinkes Matim Malah Berfoya-Foya di Hotel Berbintang

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.