Oleh: Fandis Nggarang* Baiknya diskursus mengenai kebangkitan komunisme tidak terpolarisasi dalam dikotomi benar atau salah. Pasalnya, premis benar atau salah kebangkitan komunisme memiliki kelemahan yang sangat mendasar yaitu tidak menjelaskan situasi riil masyarakat saat ini. Justru yang terjadi hanyalah perdebatan tanpa ujung yang sifatnya memecah belah disusul beragam tanggapan yang bermain di ruang simulakra. Padahal, kalau boleh mengajukan pertanyaan alternatif, kita dapat menelisik sesuatu yang lebih mendalam dengan bertanya; mengapa isu komunis begitu memikat (alih-alih apakah kebangkitan komunis itu benar atau salah)? Hemat saya, kita sebaiknya tidak terus terjebak dalam alasan mengenai penulisan sejarah, sehingga kemudian menengok kembali zaman Orba. Bukan…
Penulis: Redaksi
Ruteng, Vox NTT- Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Jumat (22/9/2017) malam. Hujan sehari setelah sekian lama mengalami kemarau itu mengakibatkan Irigasi Teknis Wae Mantar II ambruk. Irigasi yang menyalurkan air ke ratusan hektar sawah di wilayah Golo Mocok dan sekitarnya itu akhirnya putus total sejak Jumat malam. Venan Jerahu, warga Desa Ulungali Kecamatan Satarmese mengatakan Irigasi Wae Mantar II ambruk tempatnya di Ngeo. Beberapa meter tembok irigasi runtuh hingga menyebabkan air keluar dari dalam parit. “Benar terjadi ambruk Irigasi Wae Mantar II pak. Itu akibat hujan deras Jumat malam,” kata Venan kepada VoxNtt.com, Sabtu (23/9/2017).…
Ruteng, Vox NTT- Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus mendesak Kapolda NTT, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso segera menindak tegas oknum polisi yang menembak warga Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Sebelumnya, oknum polisi yang diduga dari Polres Manggarai menembak Hilarius Woso (49), warga RT 001, RW 001, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong-Matim. Peristiwa penembakan itu terjadi pada 23 September 2017 pukul 02.00 Wita dini hari. Baca: Hilarius, Pria Asal Kota Ndora Matim Diduga Ditembak Polisi Menurut Petrus, kasus penembakan terhadap korban Hilarius menjadi salah satu bukti betapa arogannya aparat polisi di NTT. Itu terutama ketika membawa senjata api, baik…
Atambua, Vox NTT-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan produksi bawang di Kabupaten Malaka belum cukup untuk memenuhi kuota ekspor ke Timor Leste. Karena itu, dia meminta beberapa kabupaten lain untuk membantu menyuplai bawang merah demi memenuhi kuota ekspor ke Timor Leste. Kuota yang sudah disepakati yaitu 100 ton bawang merah tiap musimnya. Sementara saat ini Kabupaten Malaka hanya mampu memeroduksi bawang merah sebanyak 10 ton tiap musim panen. Permintaan Mentan ini disampaikan Bupati Belu Willibrodus Lay saat coffee morning bersama Forkompinda Belu di Rumah Jabatan Bupati Belu, (22/9/2017). Dikatakan, saat ini Malaka hanya mampu menyediakan 10 ton bawang merah. Hal…
Redaksi, Vox NTT-Demokrasi palsu (pseudo-demokrasi) rupanya masih menjadi benalu yang terus menggeranyangi esensi demokrasi di NTT. Data BPS NTT tahun 2017 menyebut Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT tahun 2016 mencapai angka 82,49 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini naik sebesar 4.02 poin dibandingkan dengan angka IDI 2015 yang sebesar 78,47. Capaian kinerja demokrasi NTT berdasarkan data tersebut sudah berada pada kategori “baik”. Namun, apakah benar deretan angka statistik ini mencerminkan demokrasi yang bersumber dari, oleh dan untuk rakyat? Secara prosedural, demokratisasi yang sedang berjalan selama ini bisa jadi cenderung membaik. Hal ini misalnya terungkap dalam beberapa indikator seperti: hasil pemilu…
Ruteng, Vox NTT- Proyek pembangunan gorong-gorong untuk irigasi Wae Kuli di Desa Toe Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai diduga dikerjakan asal jadi. Gorong-gorong tersebut bertujuan untuk mengalirkan air dari Sungai Wae Kuli di Desa Toe ke lokasi persawahan milik Warga Desa Rura yang letaknya tak jauh dari Desa Toe. Jon Galis, Warga Desa Toe saat ditemui di lokasi proyek Kamis (21/9/2017) mengaku pembangunan gorong-gorong itu sepertinya asal cepat selesai tapi mengabaikan kualitas. “Saya tahu itu karena saya satu yang kerja kemarin. Pada waktu kami kerja, persambungan antara gorong tidak dicor sehingga masih renggang. Setelah disusun, langsung ditutup saja dengan tanah…
Borong, Vox NTT- Oknum polisi yang diduga dari Polres Manggarai dikutuk lantaran menembak Hilarius Woso (49), Warga RT 001, RW 001, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Peristiwa penembakan itu terjadi pada 23 September 2017 pukul 02.00 Wita dini hari. Salah satu pihak yang mengutuk dan mengecam tindakan polisi tersebut adalah akademisi sekaligus praktisi hukum asal Matim, Lorentius Ni. Kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/9/2017) Lorens mengatakan kejadian yang menimpa Hilarius adalah suatu tindakan yang tidak berprikamanusiaan. Dia mengklaim sorotannya itu sangat berdasar. Sebab, hanya karena persoalan tabrakan mobil lalu dengan gampang oknum polisi tersebut menembak…
Kefamenanu,Vox NTT- Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi NTT dan Kejari TTU terkesan saling lempar tanggung jawab terkait alasan tidak dilelangnya batu mangan yang dieksploitasi oleh PT Elgary Resources Indonesia (ERI). Batu mangan sebanyak 800 ton lebih tersebut dieksploitasi di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten TTU. Sesuai putusan Pengadilan Negeri Kefamenanu tanggal 4 Februari 2016, mangan sudah disita danvmenjadi milik Nagara untuk kemudian dilelangkan. Selanjutnya uang hasil lelang digunakan untuk melakukan reklamasi lokasi tambang yang sudah dirusakkan. Terkait hal itu Distamben NTT dan Kejari TTU terkesan saling lempar tanggung jawab. Kepala Kejari TTU Taufik melalui Kasie Pidum Ngurah Bagus saat…
Atambua, Vox NTT- Konser Slank yang diselenggarakan di Atambua, Jumat, (22/9/2017) merupakan rangkaian kegiatan Festival Cross Border yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Tujuan diadakannya konser adalah mendongkran minat wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk mengunjungi Belu sebagai daerah perbatasan RI-RDTL yang menyimpan banyak potensi wisata. Konser Slank kali ini memang berbeda dan cukup memukau. Betapa tidak, jumlah penonton membanjiri arena konser di lapangan umum simpang lima Atambua penuh sesak dan sangat antusias menyaksikan kepiawaian Blimbim, ce di atas panggung. Disaksikan VoxNtt.com, puluhan bus yang membawa Slankers dari Timor Leste mulai memadati area konser…
Atambua, Vox NTT- Konser Slank yang diselenggarakan di Atambua pada Jumat, (22/9/2017) merupakan rangkaian kegiatan Festival Cross Border yang diinisiaai oleh Kementerian Pariwisata RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Tujuan diadakannya konser adalah mendongkrang minat wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk mengunjungi Belu sebagai daerah perbatasan RI-RDTL yang menyimpan banyak potensi wisata. Konser Slank kali ini memang berbeda dan cukup memukau. Betapa tidak, jumlah penonton yang membanjiri arena konser di lapangan umum simpang lima Atambua penuh sesak dan sangat antusias menyaksikan aksi panggung Kaka dan teman-teman. Disaksikan VoxNtt.com, puluhan bus yang membawa slankers dari Timor Leste mulai memadati area…
