Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Enam Imam OFM Tak Ditahbis Uskup Ruteng, Ini Alasannya
Regional NTT

Enam Imam OFM Tak Ditahbis Uskup Ruteng, Ini Alasannya

By Redaksi24 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com–  Pada, 21 November 2016 lalu sebanyak 6 imam baru dari Ordo Fratrum Minorum (OFM) menggelar penerimaan sakramen imamat di Gereja St Fransiskus Asisi, Paroki Karot, Keuskupan Ruteng.

Keenam pastor ini ditahbiskan oleh Uskup Bogor Emeritus Mgr Cosmas Michael Angkur, OFM bukan oleh Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng, Pr.

Walau Paroki Karot berada di wilayah administrasi Keuskupan Ruteng, lantas mengapa tidak dikukuhkan oleh Mgr Hubert sebagai pimpinan wilayah?

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Kamis, (24/11/2016) via ponselnya, Mgr Hubert mengaku, dirinya tidak mengukuhkan keenam pastor OFM tersebut sesuai permintaan provinsial mereka.

“Pimpinan/provinsial mereka minta Mgr Michael,” katanya via pesan Whatsapp.

Apalagi pada waktu yang sama, kata Mgr Hubert, dirinya sedang ikut merayakan Kaul I suster-suster Abdi Roh Kudus (SSpSAP) di kota Ruteng.

Menurut dia, saat pentahbisan enam pastor di Gereja Karot, Keuskupan Ruteng ini hanya mengirim delegasi untuk kemudian bersama-sama dalam acara penerimaan sakramen imamat tersebut.

Sebelumnya, Yohanes Hambur, Ketua Panita Pentahbisan mengatakan, pastor Paroki Karot dan panitia memberi daulat kepada Uskup Bogor Mgr Michael untuk mengukuhkan 6 pastor ini.

Hal tersebut dilakukan setelah mendapat izin dari Uskup Ruteng Mgr Hubert sebagai pimpinan wilayah Keuskupan Ruteng.

Dia mengaku selama tahun 2016, Paroki St Fransiskus asisi Karot sudah dua kali melaksanakan tahbisan yakni dari ordo CSM dan OFM.

Untuk diketahui, keenam pastor yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu, masing-masing; RP. Yosef Berman Siba Abstra Sitanggang, RP. Yohanes Fransiskus Andry Hanafi Tjipjo, RP. Wihelmus Kollo, RP. Wolhelmus Apriliano, RP. Wihelmus Yornes Panggur, dan RP. Virgilius Hezron. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai
Previous ArticleLempar Batu ke Sekolah Tri Darma, Belasan Siswa SMP Kelimutu Ditangkap Pol PP
Next Article TPDI NTT Desak Pimpinan DPRD Sikka Menonaktifkan Anggota Terdakwa Korupsi

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.