Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kejari TTS: Jika tidak ditemukan dua alat bukti, kasus dana konsumsi bakal di-SP3-kan
Regional NTT

Kejari TTS: Jika tidak ditemukan dua alat bukti, kasus dana konsumsi bakal di-SP3-kan

By Redaksi28 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, VoxNtt.com – Kejari TTS Oscar Douglas Riwu,SH menyatakan jika tidak alat bukti dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dana konsumsi di Setda Kabupaten TTS maka pihaknya akan mengesampingkan dengan menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3).

Namun  jika ditemukan dua alat bukti maka kasus tersebut akan dinaikan dengan menetapkan tersangka yang didahului proses gelar perkara.

Hal tersebut disampaikan Kejari Oscar dihadap anggota Forum Solidaritas dan Transparansi (Fortran) TTS dalam audiens yang berlangsung di kantor Kejari TTS, Senin (28/11).

Untuk sementara kata Kejari Oscar, penyidik sedang menunggu keterangan ahli dari BPK NTT yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perhitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati TTS pada 2014 lalu.

“Jika dalam keterangan ahli dari BPK berdasarkan perhitungannya tidak ditemukan adanya kerugian negara, maka kita akan terbitkan SP3. Namun sebaliknya berdasarkan keterang ahli dari BPK berdasarkan perhitungan ditemukan kerugian negara, maka kita akan tingkatkan penyidikan kasus tersebut dengan menetapkan tersebut yang didahului dengan gelar perkara,” tegas Kejari Oscar.

Memang dalam penyelidikan kasus tersebut kata Kejari Oscar, penyidik menemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum sehingga pihak telah memeriksa sejumlah saksi termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten TTS Drs. Salmun Tabun,M.Si.

Kejari Oscar secara tegas mengatakan bahwa sampai dengan saat ini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.Semua yang dihadirkan oleh penyidik dalam pemeriksaan masih berstatus sebagai saksi.

Penetapan seseorang menjadi tersangka dalam kasus tersebut akan ditentukan setelah menerima hasil Perhitungan Kerugian Negara (HKN) yang dikeluarkan oleh saksi ahli dari BPK NTT berdasarkan perhitungan BPK yang menyatakan adanya kerugian negara. (Paul/VoN)

Foto Feature: Kejari TTS Oscar Douglas Riwu,SH berose bersama anggota FORTRANS TTS usai audiens, Senin (28/11) di Kantor Kejari SoE

 

TTS
Previous ArticleSeruan Bersama Tokoh dan Masyarakat Untuk Merawat Kemajemukan NKRI
Next Article Fortrans Soroti Dugaan Korupsi Dana Konsumsi yang Menyeret Sekda TTS

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

NasDem Peduli, Tetap Membantu Meski Ikut Terdampak

16 Agustus 2026

158 Rumah di Kecamatan Welak Rusak Berat Akibat Gempa

15 Agustus 2026

Pengungsi Mandiri di Pesisir Utara Nagekeo Terlantar, Kekurangan Air dan Logistik

15 Agustus 2026

Keuskupan Ruteng Imbau Misa Minggu Digelar di Tempat Aman Pascagempa

15 Agustus 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.