Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jusuf Kuahaty : Korupsi di NTT sudah menjadi suatu budaya
Regional NTT

Jusuf Kuahaty : Korupsi di NTT sudah menjadi suatu budaya

By Redaksi9 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang,VoxNtt.com- Memasuki Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) ke-13 yang jatuh pada tanggal (9/12/2016)  banyak pihak yang masih menyayangkan kasus korupsi yang terus terjadi dan merajalela di Indonesia, termasuk di NTT.

Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana, Jusuf Kuahaty, saat di temui oleh VoxNtt.com, membagi korupsi menjadi dua yakni korupsi dalam tataran budaya dan korupsi dalam bentuk administrasi yang besar.

Dijelaskan bahwa praktik korupsi yang terjadi berawal dari bagaimana kita selalu membiasakan diri menghargai seseorang dengan uang, dan melakukan tindakan-tindakan yang tanpa sadar merupakan praktik korupsi.

“Mau setuju atau tidak setuju, kita harus berani mengatakan bahwa korupsi di Indonesia, termasuk kita di NTT dan daerah-daerah lain sudah bisa kita simpulkan menjadi satu budaya dan itu dianggap sebagai suatu yang biasa-biasa saja” ujarnya

Korupsi juga dikategorikan sebagai yang dapat diberantas dan sulit diberantas. Jika sudah masuk dalam konteks budaya, maka praktek korupsi tersebut akan sulit untuk diberantas. Sehingga menurutnya, kesadaran diri sebagai anak bangsa sebagai langkah awal memerangi korupsi.

Upaya untuk memberantas korupsi merupakan kemauan politik dan jika diikuti dan dilakukan secara terus menerus dan dimasukan ke dalam kurikulum maka akan membuahkan hasil, ungkap Jusuf.

Faktor kejujuran dari masyarakat NTT dan Faktor kepemimpinan di tambahkan Jusuf sebagai menurunnya tingkat Korupsi di NTT. (Nicke/VoN)

Foto Feature: Yusuf Kuahaty (Foto:Nicke)

Kota Kupang
Previous ArticleBenny K Harman: Tahun 2017 Dana Desa Naik Rp 60 Triliun
Next Article PMKRI, GMNI dan GMKI Bicara Soal Kasus Korupsi di NTT

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.