Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lembaga JHRC Siap Bantu Korban Pelecehan Seksual di Matim
Regional NTT

Lembaga JHRC Siap Bantu Korban Pelecehan Seksual di Matim

By Redaksi16 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Orang tua murid dari 4 sekolah yang menjadi pilot project pendidikan karakter Lonto Leok melaksanakan Parenting Training yang sudah berlangsung sejak Selasa- Sabtu (13-17/12/2016 ) di Aula Efata Ruteng, Manggarai.

Koordinator Program Manggarai Timur, Vinsensius Suwandi  kepada media ini Kamis (15/12/2016) mengatakan kegiatan ini diikuti orang tua dari 4 desa di Poco Ranaka yakni desa Compang Wesang, Bangka Kuleng, Pocong, Desa Lento.

“Kegiatan parenting ini sangat penting dalam mendukung program pendidikan Karakter Lonto Leok” jelas Suwandi.

Suwandi menjelaskan, bahwa kegiatan ini difasilitasi oleh trainer dan psikolog dari Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC) untuk melakukan pendidikan kepada orang tua yang merupakan unsur dasar dalam pendidikan keluarga.

“Anak ingin bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, maka orang tua harus memiliki keterampilan pola asu yang mumpuni” kata Suwandi.

Bantu Korban Pelecehan Seksual

Dalam kesempatan itu, Lembaga Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC) sebagai fasilitator juga siap memberikan Healing Terapi untuk korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum guru (WS) terhadap empat siswa di SDI Cepi Watu Borong beberapa waktu lalu.

Foto: Efrem Ngabur, Direktur JHRC
Foto: Efrem Ngabur, Direktur JHRC

“Banyak kasus perilaku menyimpang seksual, perhatian kita lebih fokus pada pelaku, dan kita lupa bahwa ada korban yang harus ditolong secara psikologis” kata  JHRC Yohanes Efrem Ngabur, kepada media ini di Ruteng, Kamis (15/12).

Menurutnya, penanganan kasus ini tidak secara serentak tetapi dilakukan secara terus menerus sampai korban benar-benar sembuh.

Saat ini Efrem sedang berkordinasi dengan orang tua korban terkait langkah pencegahan yang dilakukan ketika anak-anak berada di rumah.

“Jangan sampai orang tua juga memberikan input yang kurang baik terhadap anak” katanya. (TN/VoN)

Foto Feature: Parenting Training yang sudah berlangsung di Aula Efata Ruteng

Manggarai Timur
Previous ArticleJelang Natal, Marsel Ahang Ucapkan Salam Damai Natal untuk Bupati Deno
Next Article Rumah Perempuan dan Dedari Foundation Adakan Workshop Musik Puisi di Kupang

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.