Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»DPR Minta Pengumuman CPNS Dokter dan Bidan PTT Dipercepat
HEADLINE

DPR Minta Pengumuman CPNS Dokter dan Bidan PTT Dipercepat

By Redaksi4 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta Pemerintah, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN/RB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengumumkan hasil ujian CPNS bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang telah dilaksanakan sejak Juli 2016 lalu.

Saleh Partaonan Daulay, mengatakan pemerintah segera mengumumkan hasil ujian tersebut sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Pasalnya, puluhan ribu bidan dan dokter PTT tersebut telah lama menunggu. Pengumuman yang berlarut-larut tersebut dikhawatirkan mengarah pada ketidakpastian.

“Awalnya, pengumuman dijadwalkan 18 Agustus 2016. Ternyata ditunda. Katanya, dua minggu. Kemudian, dapat kabar jadwal itu ditunda hingga 9 September. Setelah itu, malah tidak terdengar kabar lagi,” ujar Saleh Partaonan Daulay, Rabu (1/2/2017).

Menanggapi hal tersebut, Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Arizal, kepada VoxNtt.com, mengatakan saat ini KemanPAN dan Kementrian Kesehatan sedang melakukan validasi data dokter dan bidan PTT yang sudah ikut tes.

“Kita masih proses validasi. Saat ini ada 30 orang pegawai Kementrian Kesehatan yang sedang bekerja melakukan validasi data yang ada,” ujar Arizal, di KemanPAN, Jakarta, Jumat, (3/2/2017).

Lebih lanjut Arizal mengatakan, sejauh ini pihaknya bersama Kementrian Kesehatan masih fokus melakukan kecocokan data.

Ketika ditanya, kapan kepastiannya bisa diumumkan ke publik. Ia menjelaskan pihaknya belum bisa memberi kepastian. Pasalnya, harus berkoordinasi terlebih dulu antara KemenPAN/RB dan Kemenkes.

“Kami belum bisa beri kepastian. Intinya sabar saja, siapa tahu sebelum bulan mei, malah kemungkinan tetap atau bisa dalam bulan (februari) ini. Kita usahakan dipercepat,” janji Arizal.

Kepada Dokter dan Bidan PTT yang sudah mengikuti tes, Arizal berpesan agar tidak teriming-iming oleh orang atau kelompok yang mengaku bisa melolosakan atau mempercepat proses pengumuman hasil tes.

“Saya berpesan ya, jangan mau teriming-iming oleh orang-orang yang mengaku bisa meloloskan sehingga bisa masuk, karena itu bohong semua. Karena banyak yang dicas itu, apalagi menyangkut permintaan uang dalam rangka untuk cepat selesai prosesnya, nga usah, itu sudah ranahnya KemenPAN/RB dan Kemenkes,” pungkas dia. (Ervan Tou/VoN).

Previous ArticlePemkab Mabar Anggarkan Rp 1,4 Miliar untuk Festival Komodo
Next Article WALHI NTT: Pertambangan Rakyat Topeng Korporasi

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.