Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Rumput Liar Bertumbuh Subur di Halaman RSUD Aeramo
KESEHATAN

Rumput Liar Bertumbuh Subur di Halaman RSUD Aeramo

By Redaksi4 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumput liar tampak bertumbuh subur di halaman Aeramo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Rumput liar tampak bertumbuh subur di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Tak hanya rumput liar yang tak terurus, ketika masuk ke dalam kompleks RSUD itu bau menyengat pun muncul.

Pada Kamis, 4 Mei 2017, VoxNtt.com mendatangi RSUD Aeramo. Selain melihat rumput liar yang masih bertumbuh subur, juga mencium bau tak sedap saat memasuki kompleks.

Rasanya, bukan bau obat. Bau itu ialah aroma kotoran hewan beserta air kencingnya.

Kabarnya, gedung RSUD Aeramo tersebut dipinjam oleh puskesmas Danga. Karena puskesmas Danga masih dalam renovasi. Namun seakan gedung itu tidak dihuni dan tampak sepih.

Alan dan Hubert, keluarga pasien saat ditemui VoxNtt.com di rumah sakit itu mengaku sangat prihatinkan dengan rumput liar dan bau tak kotoran hewan tersebut.

Tampak pula kompleks tersebut sama sekali tidak ada pagar pengaman. Sehingga pada malam hari kambing dan sapi berkandang di RSUD Aeramo.‎

“Aroma sangat tidak sedap. Karena selain obat juga terdapat aroma tidak sedap yakni kencing kambing,” kata Alan.

Karena itu, Alan dan Hubert meminta pemerintah daerah (Pemda) Nagekeo segera mengatasi hal tersebut. Sebab, sangat mengganggu kenyamanan bagi pasien.

“Pasien mau sembuh bagaimana, kompleks RSUD Aeramo sangat jorok. Rumput tidak pernah bersih, tambah lagi kotoran hewan ‎berserakan di dalam kompleks RSUD,” ujar Alan.

Sementara itu, Kepala Desa Aeramo Seravinus Mena mengatakan pihaknya sudah memberitahukan kepada warganya untuk menertibkan dan mengikat hewan peliharaan mereka.

Namun warga tetap bersikeras dan tidak peduli arahannya.

“Seandainya ada UU yang mengatakan bahwa kepala desa bisa tembak mati hewan yang berkeliaran, mungkin kepala desa Aeramo yang pertama lakukan hal itu,” tegas Seravinus.

Sementara Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau saat hendak dikonfirmasi media ini sedang tidak berada di tempat karena sedang berduka. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleKPPOD Seminarkan Hasil Studi Tata Kelola Ekonomi Daerah di Kota Kupang
Next Article RSUD Soe Tanggapi Kasus Kematian Yohana dan Bayinya

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.