Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»GMNI Kefamenanu Gelar Aksi Tolak Ormas Radikal
HEADLINE

GMNI Kefamenanu Gelar Aksi Tolak Ormas Radikal

By Redaksi22 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para aktivis GMNI Kefamenanu saat melakukan orasi di perempatan terminal Kefamenanu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Aksi penolakan masyarakat Timor Tengah Utara (TTU) terhadap kehadiran ormas radikal terus bergulir.

Pada Senin, 22 Mei 2017, giliran anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu yang menggelar aksi unjuk rasa menolak kehadiran ormas di bumi Flores, Lembata, Alor dan Timor (Flobamora).

Pantauan VoxNtt.com, mereka melakukan long march dari sekretariat GMNI di kilometer 5, perempatan terminal, perempatan tulip dan berakhir di perempatan pasar lama kota Kefamenanu.

Para aktvis GMNI tersebut long march dengan menggunakan 1 buah mobil pick up dan dikawal ketat oleh aparat keamanan dari polres TTU.

Ketua DPC GMNI Kefamenanu Marselinus Tfaitob kepada awak media di sela-sela aksi damai mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah provinsi NTT dan juga pemda NTT untuk menolak masuknya ormas-ormas radikal di daerah itu.

Selain itu lanjut Marsel, pihaknya juga mendesak pemerintah pusat untuk segera membubarkan ormas-ormas anti pancasila yang terus berupaya merongrong persatuan dan kesatuan yang sudah terbina di Indonesia.

GMNI juga meminta kepada pemda TTU agar bekerja sama dengan polres TTU guna mengidentifikasi masuknya ormas ormas di kabupaten itu.

“TTU merupakan garda terdepan dari negeri ini, jadi kita harus jaga karena paham-paham radikal bisa saja masuk dari luar negara ini,” tandasnya. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleAktivis Sebut Pengiriman TKW dari Matim Murni Perdagangan Manusia
Next Article Jelang Idul Fitri, Bulog Ngada Jamin Stok Beras Cukup

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.