Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Bantuan Rastra di Satar Peot Diduga Tidak Tepat Sasaran
VOX DESA

Bantuan Rastra di Satar Peot Diduga Tidak Tepat Sasaran

By Redaksi27 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Peot saat diterima di ruangan Komisi A DPRD Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Belasan warga kelurahan Satar Peot mendatangi kantor DPRD Manggarai Timur (Matim), Jumat (26/5/2017).

Mereka mendatangi kantor DPRD Matim lantaran bantuan beras sejahtera (Rastra) di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong diduga tidak tepat sasaran.

Dalam pernyataan sikap tertulis warga Satar Peot yang salinan yang diterima VoxNtt.com, salah satu tuntutan mereka yaitu bantuan Rastra tidak tepat sasaran.

“Kami yang sudah memilki kartu raskin sejak 2012 sampai 2019 tidak berhak lagi untuk menerima raskin. Yang punya lokasinya besar, bantuan raskin malah dapat. Sedangkan yang tidak memilki area sawah dan pantas menerima bantuan tidak dapat menyalurkan bantuan apakah bantuan raskin dari dari pemerintah tepat pada sasaran ?,” demikian tulis warga.

Ketua Komisi A DPRD Matim, Leonardus Santosa kepada VoxNtt.com, Jumat, mengatakan mereka datang menyampaikan aspirasi dengan DPRD Matim.

“Kami sudah minta pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Hari Senin pemerintah akan panggil pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi dari soal ini,” kata Leo. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleMobil Dinas Dipakai Untuk Konsolidasi Politik, Paket Aset Disesalkan Warga
Next Article Mensi Anam: Di Mana Tim Saber Pungli Matim?

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.