Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Merawat Keberagaman dari Titik Batas, dari Belu untuk Indonesia
Feature

Merawat Keberagaman dari Titik Batas, dari Belu untuk Indonesia

By Redaksi29 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penampilan Tarian Daerah dari Etnis Alor (Foto: Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT- “Aku Indonesia aku Pancasila. Mari kita semua etnis di Belu bangun persaudaraan dari hati untuk kesatuan NKRI. Terima kasih untuk seluruh paguyuban yang ikut berpartisipasi dalam festival ini. Jaga dan lindungi keberagaman  yang ada di tapal batas Rai Belu, kita semua bersaudara dari tanah Belu,” demikian pekik Bupati Belu Wilibrodus Lay dalam sambutannya pada acara festival Pranata Adat yang diselenggarakan 23 etnis di Kabupaten Belu di lapangan umum Atambua pada Senin, (28/8/2017).

Festival pranata adat ini terselenggara atas kerja sama Direktur Jenderal Pengembangan  Daerah Tersebut (PDTU), Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dan Pemerintah Daerah Belu melalui Badan Kesbangpol Belu.

Acara ini juga diikuti ratusan warga dari berbagai suku di Indonesia yang ada di Kabupaten Belu.

Mengusung tema “Ya Selamanya Bersaudara Apapun Situasinya di Bumi Sahabat”, acara diawali  tarian pembukaan tebe bot oleh pelajar SMKN perbatasan Raimanuk pukul 19.30 Wita.

Pantauan VoxNtt.com, ratusan warga dari berbagai suku, agama dan budaya dari Sabang sampai Merauke antusias mengikuti festival ini dengan menampilkan tarian tradisonal daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Sugito mengatakan kegiatan festival pranata adat selain untuk mempromosikan kekayaan nusantara dan pariwisaya di Belu, juga untuk  memeriahkan HUT RI ke-72.

Dirinya juga menghimbau seluruh hadirin agar bahu membahu menjaga keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Ini harta Karun yang tak ternilai yang harus kita jaga dan rawat warisan budaya dengan sepenuh hati dan dengan kebersamaan. Keragaman budaya kita ini sejak Nusantara disatukan dengan semboyan bhinneka tunggal Ika” pungkas Sugito.

 

Pada kesempatan itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay juga mengajak seluruh warga dari berbagai etnis di tapal batas Belu untuk menjaga, memelihara dan membangun  persaudaraan melalui Pranata adat yang beragam.

Bupati Wili menegaskan bahwa  ada banyak ragam suku dan budaya di Belu. Karena itu keberagaman yang ada harus dirawat dengan baik sesuai landasan negara Indonesia yaitu bhineka tunggal Ika.

Dalam festival pranata adat ini, ada banyak penampilan tarian adat dan lagu daerah dari berbagai suku di Indonesia yang ada di Kabupaten Belu. (Marcel/VoN).

Belu
Previous ArticlePolres Belu Kembangkan Layanan Android, Gubernur NTT Beri Apresiasi
Next Article Inspektorat Matim Selidik Dugaan Penyelewengan Dana PIP di SDI Wae Paci

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.