Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Mengenal Tradisi Tarian Ronggeng dalam Masyarakat Adat Suku Dawan
Feature

Mengenal Tradisi Tarian Ronggeng dalam Masyarakat Adat Suku Dawan

By Redaksi7 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para penari Ronggeng (absoot) sementara menunjukkan kebolehannya saat acara peresmian rumah adat suku Us Olin di Desa Botof Kecamatan Insana Kabupaten TTU
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Masyarakat suku Dawan di Kabupaten TTU khususnya dan di daratan timur Provinsi NTT umunya, lebih mengenal tarian Ronggeng dengan sebutan tabso.

Tabso merupakan tarian tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu kala di Kabupaten TTU.

Awal mula tabso biasanya dipentaskan saat acara peresmian rumah adat dan perkawinan. Namun dalam perkembangannya, tarian tradisional ini juga digunakan untuk menyambut tamu penting atau pembesar.

Pria maupun wanita yang mementaskan tarian Ronggeng  disebut absoot. Asesoris yang digunakan penari yakni pakaian adat lengkap, mulai dari ujung kaki sampai kepala.

Untuk penari laki-laki, pada bagian kepala disebut pilu (destar) dan di bagian leher disebut inuh.

Selanjutnya, di bagian bahu mengenakan foke dan juga aluk none (sejenis tas kecil).

Di bagian pinggang biasanya mengenakan paos none (ikat pinggang) dan faot foke (sejenis uang perak yang ukurannya cukup besar)

Penari pria bakal semakin gagah ketika memainkan tarian Ronggeng karena wajib memegang kelewang (sebilah pedang) dan di bagian kaki mengenakan banu  (giring-giring).

Penari pria pun diwajibkan mengenakan kain adat.

Sementara penari Ronggeng wanita biasanya lebih sederhana. Cukup mengenakan kain adat, kebaya dan memegang sebuah selendang. Selain itu ada asesoris lain yakni petnoo atau noen funan pada bagian kepala.

Setiap gerakan penari entah itu cepat atau lambat ditentukan dari irama musik yang dimainkan oleh alekot (para pemukul gong) dan a’ke’e (pemukul tambur).

Dalam acara rumah adat, tuan rumah biasanya menyediakan sopi (arak tradisional) serta sirih pinang yang bertujuan untuk menyemangati para penari.

Para penari pun tidak dibatasi jenjang umur. Bahkan seorang anak pun diperbolehkan untuk menjadi penari Ronggeng.

Kebiasaannya pada acara rumah adat, penari kerap menari Ronggeng selama satu malam penuh. Lalu pada pagi harinya penari akan mendapatkan nasi dan daging yang ditaruh didalam nyiru (tampih). (Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleAksi Dugaan Gratifikasi di Ende, Sekelompok Penyusup Tak Dikenal Teriak “Hidup DPR”
Next Article Di Ende, Mobil dan Motor Bekas Tersedia di Sinarmas Multifinance

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.