Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Pilkada Ende, Panwaslu Petakan Daerah Rawan Pelanggaran
Pilkada

Pilkada Ende, Panwaslu Petakan Daerah Rawan Pelanggaran

By Redaksi7 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Panwaslu Kabupaten Ende, Ester Saga Joka (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur sedang memetakan daerah yang dinilai rawan pelanggaran pada Pilkada Tahun 2018.

Ester Saga Joka, Ketua Panwaslu Kabupaten Ende menyebutkan, Kecamatan Ndona, Wolowaru dan Ndori adalah wilayah potensi indeks kerawanan paling besar. Begitu juga di daerah perbatasan, seperti Lio Timur, Nangapanda dan beberapa kecamatan dalam kota, rawan terjadi pelanggaran.

“Jadi, itulah daerah yang kami anggap potensi kerawanan. Sehingga sistem pengawasan dilakukan secara berjenjang mengawasi langsung sesuai dengan tahapan yang dijadwalkan oleh KPU,” kata Ester di Kantor Panwaslu, Jalan Kelimutu, Kamis (7/12/2017) pagi.

Dijelaskan, pelanggaran terjadi bervariatif. Mulai pelanggaran alat peraga kampanye, politik uang serta beberapa pelanggaran pemilu lain.

Ester tidak memungkiri, setiap pesta demokrasi terjadi eskalasi kegiatan politik masyarakat. Hal ini berpotensi menimbulkan gesekan hingga pelanggaran pemilu.

“Ya, tentu kerawanan terjadi juga di daerah-daerah terpencil. Juga terjadi di dalam kota,” ujar Ester.

Ia menambahkan, beberapa titik sudah diidentifikasi untuk dilakukan pengawasan secara intensif dengan langkah antisipatif.

Disamping itu, jelas Ester, pihaknya gencar mensosialisasikan pengawasan partisipatif dengan menggerakan kelompok-kelompok masyarakat. Dengan sistem itu, kelompok juga ikut memantau dan melaporkan kepada Panwaslu.

“Upaya pencegahan terus dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir pelanggaran. Oleh karena itu panwas berkoordinasi dengan berbagai lembaga baik masyarakat sipil, perguruan tinggi, pramuka termasuk media,” jelas dia.

 
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePuting Beliung Meluluhlantakkan Rumah di Lembor
Next Article KPA Ende Gelar Tes HIV Pekerja Pub

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.