Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kader PDIP NTT: Keputusan DPP Sangat Keterlaluan dan Konyol
HEADLINE

Kader PDIP NTT: Keputusan DPP Sangat Keterlaluan dan Konyol

By Redaksi17 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dolvianus Kolo (Foto: facebook)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kader atau Nonkader. Itulah wacana yang bergulir selama proses penjaringan bakal calon gubernur NTT  yang diusung Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP).

Pada Minggu, (17/12/2017) pagi, teka-teki itu akhirnya terjawab. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri akhirnya memutuskan mengusung bacagub nonkader, Marianus Sae didampingi ketua DPC PDIP TTS, Emilia J Nomleni sebagai wakilnya.

Meski demikan, keputusan ini tetap menuai kritikan dan penyesalan dari beberapa kader internal partai. Bahkan diantaranya ada yang menolak untuk tunduk pada keputusan DPP PDIP.

“Saya menolak untuk tunduk pada keputusan partai. Di NTT, PDI Perjuangan adalah partai berkuasa selama kurang lebih 15 tahun. Masa mau kadernya di posisi 2. Ini keputusan paling konyol yang pernah ada,” ungkap Dolvianus Kolo, salah satu kader PDIP NTT saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Minggu sesaat setelah keputusan itu diumumkan.

BACA: PDIP Usung Marianus Sae-Emi Nomleni

Penyesalan Dolvi, demikian ia disapa, cukup beralasan. Pasalnya Marianus pada pilkada Ngada kali lalu mengalahkan calon dari PDI Perjuangan. Tapi malah kemudian diusung oleh partai menjadi cagub.

“Ini namanya partai mengangkangi kadernya sendiri. Apa ini yang disebut partai kader? Saya kira tidak,” ungkap anggota DPRD Provinsi dari fraksi PDIP ini.

Selain itu, demikian Dolvi, NTT merupakan basis PDIP. Keputusan DPP dinilainya sudah sangat melukai hati mayoritas rakyat NTT dengan tidak mengusung kader sendiri.

Dikatakan Dolvi, karena partai sudah tidak mendukung kader maka sudah pasti mesin partai akan parkir.

“Yang ada pura-pura terima keputusan DPP agar terlihat loyal. Artinya sudah pasti PDIP akan kalah telak,” tegas mantan ketua GmnI Cabang Kupang ini.

“Saya sebagai kader partai tegas menolak keputusan partai apapun risikonya,” lanjut dia.

Penyesalan paling mendalam, menurut Dolvi ketika ada kader partai yang sudah habis-habisan berjuang membesarkan partai dari sejak masih PDI pro Mega malah dilengserkan. Yang dia maksudkan adalah Raymundus Fernandes, Bupati TTU dua periode.

“Bupati TTU 2 periode dan di periode kedua lawan kotak kosong, hasilkan 8 kursi DPRD Kabupaten dan 2 anggota DPRD provinsi NTT dari dapil TTU-Belu. Apa ini bukan prestasi?” pungkas Dolvi.

PDIP menurut dia, menutup mata terhadap keringat kadernya sendiri maka dari itu keputusan ini dinilai keterlaluan dan paling konyol yang pernah ada.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticleSoal Keterlibatan Komang, Yus Mahu Punya Bukti Kuat
Next Article Alasan Megawati Mencalonkan Marianus-Emi

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.