Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pekan Ini, 3 Paket Peti Mati Kembali Dikirim dari Malaysia
HEADLINE

Pekan Ini, 3 Paket Peti Mati Kembali Dikirim dari Malaysia

By Redaksi12 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Milka Boimau (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Paket duka dari negeri Jiran Malaysia kembali mengirim tiga peti mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT.

“Dalam pekan ini ada tiga jenazah TKI asal NTT yang dipulangkan dari Malaysia,” ungkap Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdyaan BP3TKI Kupang, Timoteus K. Suban, Minggu (11/3/18).

Tiga jenazah itu, masing-masing, Mateus Seman asal Kampung Mbeling, Desa Gunung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Milka Boymau asal Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi Timur,  dan asal Kabupaten Ende, Timo Marso Rafel Endai.

“TKI Mateus meninggal di Tawau Malaysia, 5 Maret 2018, karena sakit jantung. Sedangkan Milka Boimau meninggal di Penang, 7 Maret 2018 karena infeksi paru-paru,” jelas Suban seperti dilansir Kompas.com, Minggu (11/3/2018).

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, Jenazah Milka Boimau dikirim dengan kondisi penuh luka dan bekas jahitan pada bagian perut.  Boimau meninggal di Penang, Malaysia pada tanggal 7 Maret 2018. Sementara, informasi kematiannya baru diketahui KJRI Penang pada tanggal 8 Maret 2018.

Jenazah Milka Boimau, telah tiba di kampung halamannya di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, pada Minggu (11/3/2018).

Lebih jauh terkait kematian Milka, BP3TKI Kupang mengatakan soal bekas jahitan di perut dikarenakan tata cara otopsi yang dilakukan kepolisian Malaysia.

“Itu diotopsi oleh polisi. Karena Undang-Undang Malaysia yang meninggal harus diotopsi. Orang meninggal di sana semua ditangani polisi. Kita sudah terima banyak kasus kematian dari Malaysia. Pasti ada post mortemnya. Itu SOP Malaysia,” pungkas Suban.

Kematian Mateus Seman dilaporkan karena mengidap penyakit jantung, Coronary Artery Thrombosis. Pria berusia 43 tahun ini meninggal pada tanggal 5 Maret 2018 di Brought In Dead To Hospital Lahad Datu Sabah.

Di Kupang, jenazah Mateus tidak dijemput keluarga. Pihak BP3TKI NTT mengarahkan jenazah ke bagian Pamulasaran Jenazah RSUD WZ Yohannes Kupang.

Pada Senin (12/3/2018) Jenazah Mateus dipulangkan ke kampung asal di Desa Gurun Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, melalui Bandara Komodo di Labuan Bajo.

 

Surat konsulat RI di Malaysia terkait kematian Mateus Seman (Foto: WAG)

Sementara jenazah Timor Marso (30) dikirim dari Malaysia melalui Bandara El Tari Kupang, Sabtu (10/3/2018). Jenazah Timo langsung diterbangkan ke Ende. Ia dilaporkan menderita malaria kronis.

Informasi lebih jauh soal penyebab kematian ketiga tiga TKI ini belum banyak diketahui, pasalnya baik Milka, Mateus dan Timo dikirim secara ilegal dan tidak terdata di BP3TKI Kupang. Mereka juga tidak berhak mendapatkan asuransi kematian dari perusahaan tempat mereka bekerja karena status mereka sebagai tenaga kerja ilegal.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticlePenyanyi Dangdut Tika Zeins Penasaran dengan Obyek Wisata di Mabar
Next Article Busana Adat Warnai Pelantikan 36 PPK di Manggarai

Related Posts

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.