Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Uang Rp 315 Juta Raib dari Mobil, Kepercayaan di Pundak Polres Sikka
NTT NEWS

Uang Rp 315 Juta Raib dari Mobil, Kepercayaan di Pundak Polres Sikka

By Redaksi20 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris 1 KSP Pintu Air, Martonsius Juang (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Manajemen KSP Pintu Air mempercayakan Polres Sikka untuk mengusut hilangnya uang senilai Rp 315 juta yang disimpan dalam mobil oleh kedua karyawannya.

Sekretaris 1 KSP Pintu Air, Martonsius Juang kepada VoxNtt.com di Polres Sikka, Senin (19/03/2018), mengaku telah membuat laporan kepolisian.

“Kita belum tahu pasti apakah hilang atau bagaimana jadinya kita serahkan ke pihak kepolisian,” terangnya.

Menurut Martonsius Juang, ini merupakan kejadian pertama yang dialami Pintu Air. Selama ini, pihak Pintu Air sering melakukan pencairan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai miliaran.

“Kita biasa pencairan sampai dengan Rp 1 miliar lebih dan aman-aman saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya selain karyawan yang ditugaskan melakukan pencairan dan sopir, hanya 2 orang yang tahu perihal pencairan keuangan yakni ketua dan manager.

Selain itu, selama ini pun tidak ada pengawalan khusus saat melakukan pencairan dana.

Sementara itu, terkait uang anggota yang hilang tersebut, pihaknya belum memutuskan jalan keluarnya.

“Kita tidak ada asuransi kehilangan. Kalaupun ada harus dibuktikan terlebih dahulu bahwa uang tersebut hilang,” tandas Martonsius.

Ditanya perihal nasib kedua karyawan, Kosmas Damianus Moa dan Blasius Aldijunior, Martonsius menyatakan belum bisa mengambil sikap.

“Kita tidak bisa memberhentikan pekerja tanpa ada bukti yang kuat. Jadi kita tunggu hasil perkembangan penyelidikan oleh Polres,” tegasnya.

Baca: Karyawan Asyik Santap Bakso, Uang Rp 315 Juta Lenyap dari Mobil

Pantauan VoxNtt.com, Martonsius bersama sejumlah pengurus lainnya turut mendampingi Kosmas dan Blasius saat memberikan keterangan kepada Polres Sikka pada Senin (19/3/2018).

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleDi Sumba, Bahasa Indonesia Jadi Kendala Bagi Siswa
Next Article Diduga Aniaya Mahasiswa, Rektor Unimor Didesak Berhentikan Seorang Dosen

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.