Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pembangunan Taman Doa Belum Berjalan, Ini Penjelasan Bupati Ray
NTT NEWS

Pembangunan Taman Doa Belum Berjalan, Ini Penjelasan Bupati Ray

By Redaksi22 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt saat diwawancarai awak media di kantor bupati usai acara penutupan pameran HUT Kota Kefamenanu (Foto: Eman Tabean/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pembangunan taman doa di bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU hingga saat ini belum berjalan.

Padahal dana pembangunan landscape taman doa yang didalamnya terdapat patung Kristus Raja setinggi 58 meter itu telah dianggarkan oleh Pemda dan DPRD TTU senilai Rp 12,5 Miliar.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes saat diwawancarai awak media usai acara penutupan pameran HUT Kota Kefamenanu, Sabtu (22/09/2018), menjelaskan alasan utama pembangunan taman doa belum berjalan lantaran hingga saat ini detail perencanaan belum diselesaikan oleh konsultan perencana.

Bupati Ray mengaku telah memanggil konsultan perencana dan kemudian bersama tim TP4D dari Kejari TTU mereview kembali dokumen perencanaan yang telah dibuat.

“Setelah saya memeriksa dokumen dan mendapat laporan dari PPK ternyata dokumen perencanaan itu belum sampai mendetail,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan tinggi patung yang mencapai 58 meter maka konstruksi tanah dan bangunan mesti diperhatikan dan direncanakan dengan matang.

Untuk itu, kata Bupati Ray, Pemda TTU telah mendatangkan tim ahli dari Surabaya dan Politeknik Negeri Kupang.

“Minggu depan itu kita akan melakukan pertemuan lagi untuk mendengarkan konsultan memaparkan detail perencanaan dan lain sebagainya, kalau dalam Minggu depan itu selesai dan diterima oleh para ahli maka kita akan segera mulai lakukan pelelangan,” tutur bupati TTU dua periode tersebut.

Disinggung terkait tahun anggaran 2018 yang tersisa du bulan, Ia menjelaskan, pembangunan taman doa berlangsung multi years hingga tahun 2020. Sehingga tidak terikat pada tahun anggaran berjalan.

“Dalam penganggaran memang betul dianggarkan di tahun 2018 tapi proses pelaksanaannya sampai selesai, sehingga itu memudahkan kita dari aspek pelelangan dan lain sebagainya,” ujar ketua DPW Partai NasDem NTT tersebut.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Taman doa TTU
Previous ArticleWarga Ende Kupang Sambut Kedatangan Jemaah Haji dari Mekkah
Next Article BRI Ruteng Gelar Undian Simpedes, Ini Pemenang Mobil Avansa

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.