Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kapolres TTS: Ledakan Bukan Terjadi di Lokasi Gereja
HEADLINE

Kapolres TTS: Ledakan Bukan Terjadi di Lokasi Gereja

By Redaksi29 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Kasus ledakan yang diduga bom di RT 05-RW 02, Kelurahan Soe, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Minggu (28/10/2018) petang, bukan terjadi di lokasi gereja.

Hal ini disampaikan Kapoles TTS, AKBP Totok Mulyanto kepada awak media di lokasi kejadian.

Pihak Polres TTS, menghimbau agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan berbagai informasi yang tidak benar terkait ledakan tersebut.

“Lokasi ledakan bukan di lokasi Gereja tetapi di rumah warga. Jarak antara rumah warga tempat terjadi ledakan dengan Gereja Tebea sekitar 200 meter. Jadi, bukan di lokasi Gereja,” terang Totok.

Dikatakan, Senin (29/10/2018) siang, unit penjinak bom (Jibom) Polda NTT dan tim Polres TTS melakukan olah TKP.

Setelah olah TKP, pihak Jibom Polda NTT membawa barang bukti untuk selanjutnya dilakukan identifikasi jenis peledak tersebut pada Laboratorium Forensik (Labfor).

“Polisi juga sementara melakukan identifikasi siapa pemilik peledak tersebut. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan,” ujar Totok.

Pantauan VoxNtt.com, warga di sekitar TKP tampak masih panik dengan kejadian ledakan tersebut.

Lurah Soe, Wellem Leo yang juga memberikan klarifikasi, mengatakan, lokasi ledakan bukan di Gereja melainkan di rumah milik warga, sekitar 200 meter jaraknya dengan Gereja Tebes Kobelete.

Pihak kelurahan berharap agar kejadian ini dipercayakan kepada aparat terkait untuk menangani.

“Mari kita percayakan penanganan kasus ini kepada aparat keamanan,” pungkas Leo.

Sebelumnya, sebuah benda meledak pada Minggu (28/10/2018). Kejadian ini, terjadi rumah Sekretaris Pol PP Kabupaten TTS, Istantho Djaha di RT 05-RW 02, Kobelete, Kelurahan Soe, Kecamatan Kota Soe.

Akibatnya korban, Istantho  mengalami luka berat, tangan kanan dan tangan kirinya putus, kaki kanan memar, serta kepala mangalami luka berat.

Setelah mengalami perawatan intensif di RSUD SoE, korban dilarikan ke Rumah Sakit Siloam, Kupang.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleIni Cerita An Tentang Ibunya yang Meninggal di Malaysia
Next Article Diduga Palsukan Tanda Tangan Bendahara, Kades Sono Cairkan Dana Desa ke Rekening Pribadi

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.