Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Bank NTT Mulai Cairkan Kredit Mikro untuk Petani Colol
Ekbis

Bank NTT Mulai Cairkan Kredit Mikro untuk Petani Colol

By Redaksi22 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bank NTT Cabang Borong sedang melayani petani desa Colol untuk pemberian kredit mikro (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bank NTT Cabang Borong mulai mencairkan kredit mikro untuk menyelamatkan petani kopi di Desa Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Petani kopi yang mendapat kredit dari Bank NTT sebanyak 40 petani. Kredit tersebut diserahkan langsung Kepala Bank NTT Borong, Johannis Tadoe bersama stafnya di Kantor Desa Colol, Jumat (16/11/2018) lalu.

Johannis Tadoe di depan puluhan petani menjelaskan, pemberian kredit mikro kepada petani Colol bertujuan untuk mempertahankan harga kopi.

Kata dia, selama ini harga kopi  tidak menguntung petani. Hal itu disebabkan karena ada sistem ijon.

“Bank NTT hadir guna menyelamatkan petani kopi di Colol. Kami ingin petani sejahtera dan bebas dari sistem ijon,” ujarnya.

Johannis mengaku, hingga kini usulan pengajuan kredit mikro ke Bank NTT Borong sebanyak 84 petani.

“Dari 84 petani ada 43 petani yang sudah masukkan berkas ke kami. Berkas para petani yang lengkap ada 40 yang saat ini sedang kami cairkan dana. Ada tiga yang kita minta berkas dilengkapi. Dan kami akan tetapi layani,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemberian kredit kepada petani tidak ada unsur paksaan. Semuanya tergantung para petani.

“Prinsipnya tidak boleh ada paksaan. Yang mau kita layani. Kita tidak memaksa,” ujar Johannis.

Baca Juga:

  • Petani Colol: Terima Kasih Bank NTT, Kami Bebas dari Ijon
  • Bank NTT Tekad Bebaskan Petani Colol dari Praktik Ijon

Ia mengatakan, Bank NTT ingin 50 persen dari petani Colol bisa terbantu dengan adanya kredit mikro.

“Di Colol ada 500 KK kita cukup bantu saja 50 persen sehingga bisa menyelamatkan petani kopi dari sistem ijon,” tuturnya.

Terpantau VoxNtt.com, pemberian kredit tersebut disaksikan langsung oleh Kades Colol Falentinus Tombor dan perangkat desanya.

Puluhan petani Colol tampak antusias mendengar dan mengikuti proses pemberian kredit mikro dari Bank NTT Borong.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Bank NTT Petani Colol
Previous ArticleSK 20 Guru Teko di TTU Belum Diterbitkan, Ini Penyebabnya
Next Article Polsek Kelapa Lima Bekuk Pelaku Curanmor di Kampus Undana dan Unkris

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Bank NTT Ruteng Kembali Salurkan Bantuan Pembangunan Rumah Pastoran Cancar

12 Mei 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.