Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Tembok Penahan Jalan di Gedung BLK TTU Diduga Asal Jadi
Regional NTT

Proyek Tembok Penahan Jalan di Gedung BLK TTU Diduga Asal Jadi

By Redaksi30 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tembok penahan jalan di lingkungan Balai Latihan Kerja milik Pemkab TTU yang sudah mulai rusak pada beberapa titik (Foto: Eman/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pengerjaan tembok penahan jalan pada Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkab TTU diduga dikerjakan asal jadi dan berkualitas rendah.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV.Mandiri dengan menggunakan dana APBD induk kabupaten TTU tahun 2018  sebesar Rp 902 juta.

Pantauan media ini di lokasi proyek yang terletak di Kilometer 8, kelurahan Sasi, kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (29/11/2018), tampak sejumlah titik  tembok penahan yang terletak pada bagian kiri jalan sudah mulai rusak.

Tembok penahan jalan di lingkungan Balai Latihan Kerja milik Pemkab TTU yang sudah mulai rusak pada beberapa titik (Foto: Eman)

Selain tembok penahan, pada drainase yang terletak di bagian kanan jalan juga sudah mulai retak di beberapa titik.

Padahal sesuai informasi yang berhasil dihimpun media ini, tembok penahan jalan tersebut baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu.

Yoseph Naisoko selaku kontraktor pelaksana dari CV.Mandiri saat dikonfirmasi media ini usai mengikuti pertemuan di kantor dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten TTU menuturkan, total panjang jalan dan bangunan pelengkap yang dikerjakannya tersebut yakni 800 meter.

Dana 902 juta yang dianggarkan tersebut, ujarnya, digunakan untuk pengerjaan jalan, tembok penahan, drainase serta Katingan.

Terkait tembok penahan yang sudah mulai rusak tersebut, Yoseph membantah jika hal tersebut disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang bermutu rendah.

Menurutnya, tembok penahan tersebut rusak terkena alat berat saat dilakukan pengerjaan jalan.

“Saya kan lebih dahulu kerja tembok penahan baru kerja jalan, jadi saat gleder (alat berat) buka jalan, pisaunya kena tembok penahan makanya rubuh, terus vibro masuk dia pukul ada beberapa penahan yang kecil-kecil juga rubuh” ujarnya.

Ia menambahkan, sebenarnya seluruh pekerjaan yang ditanganinya sudah selesai dikerjakan. Namun lantaran di beberapa titik terdapat kerusakan, dirinya masih harus lakukan perbaikan sehingga belum diajukan permintaan untuk PHO.

“Kami baru habis rapat tadi ini, saya sementara ini mau proses perbaikan,saya nanti perbaiki 100 persen dan diperiksa oleh semua tim baru kita proses penarikan uangnya sampai selesai” ujarnya.

“Saya siap perbaiki semua yang rusak, kalau sudah perbaiki semua baru saya ajukan untuk PHO,” tegasnya.

Sementara itu kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten TTU Bernardinus Totnay saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya menuturkan waktu pelaksanaan proyek baru akan berakhir pada 25 Desember mendatang.

Sehingga terkait sejumlah titik yang rusak tersebut, pihaknya sudah memerintahkan kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan sebelum dilakukan PHO.

“Masa berakhir kontrak itu sampai tanggal 25 Desember, jadi kita pastikan sebelum PHO semua yang rusak sudah akan diperbaiki” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Irvan K

BLK TTU TTU
Previous ArticleProyek Pasar Rakyat Ruteng, Kerugian Negara 57 Juta
Next Article 4 Ribu Warga TTU Jadi Tenaga Kerja Ilegal

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.