Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Soal Nasib Guru, Rapat Konsultasi DPRD dan Bupati Matim Ditunda
VOX GURU

Soal Nasib Guru, Rapat Konsultasi DPRD dan Bupati Matim Ditunda

By Redaksi7 Februari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah guru saat mendatangi Kantor Dinas PK Matim (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-DPRD dan Bupati Manggarai Timur (Matim) belum melakukan rapat konsultasi terkait pemberhentian 1.014 guru dari Bosda dan tenaga harian lepas (THL).

Sebelumnya, ketua DPRD Matim Lucius Modo berjanji pihaknya dan bupati akan melakukan rapat konsultasi pada Rabu, 6 Februari 2019.

Namun, rapat itu pun ditunda lantaran Bupati Matim Agas Andreas sedang melakukan perjalanan dinas di luar daerah.

“Rapatnya ditunda pak bupati masih ada kegiatan di luar,” kata Luko saat ditemui VoxNtt.com di Lehong, Kamis (7/2/2019).

Luko mengaku, ia sudah memberitahukan kepada Bupati Agas terkait rapat konsultasi itu melalui sambungan telepon.

Dikatakannya, DPRD sudah menyiapkan beberapa poin penting yang akan dibahas bersama Bupati Agas.

“Pak bupati sudah tahu, pasti akan segera lakukan rapat dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

Sebelumnya politisi Demokrat itu, mengatakan substansi rapat itu yakni melihat kembali kebijakan yang telah dibuat dari berbagai sudut pandang.

“Inti pertemuan mau mencari jalan keluar dari kebijakan mencari jalan keluar yang telah dibuat. Karena sifat dari kebijakkan itu harus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat bukan sebaliknya,” tuturnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Guru Bosda Manggarai Timur
Previous ArticleIni Daftar Belanja Fisik Dinas PUPR Matim Tahun 2019
Next Article 51 Calon Desa Baru di Matim Sedang Dibahas Pemprov NTT

Related Posts

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.