Ema Pit (Foto: Sandy hayon Vox NTT)

Borong, Vox NTT- “Ema Pit” adalah sapaan  akrab dari pemilik nama Petrus Nekong. Ayah dari tiga anak ini merupakan sosok yang dikenal bisa menyembuhkan banyak penyakit.

Ia tinggal di kampung Leke, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores, NTT.

Hari-harinya, pria 66 tahun itu, ia habiskan di kebun yang jaraknya empat kilometer (km) dari rumahnya.

Kebun milik “Ema Pit” berlokasi di Nona. Sebuah tempat yang ramai dengan aktivitas pertanian lahan kering masyarakat Tanah Rata.

Di kebun itu, Ema Pit hanya ditemani sang istri tercinta, Anastasia  Ojo.

Ramuan milik Ema Pit (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Selain bertani pria kelahiran tahun Januari 1953 itu, memiliki pengetahuan untuk menyembuhkan orang sakit.

Pengetahuan itu, kata dia, didapat dari almarhum ayahnya. Kala itu, usianya lebih dari 50 tahun. Ramuan itu berupa akar kayu.

Ema Pit tak memberitahukan darimana sumbernya. Namun, yang pasti kasiatnya sudah terbukti dan dipercaya oleh masyarakat.

“Banyak juga pasien yang datang ke sini,” imbuhnya.

Ramuan miliknya bisa menyembuhkan banyak penyakit seperti, disentri, lambung, asam urat, menamba afsu makan, kurang tidur, sakit kepala, penyakit cacing dan darah kotor.

Sebelum dimanfaatkan ramuan itu harus direbus.

“Setelah ramuannya direbus pastikan keadaan kita dalam keadaan kenyang,” tukasnya.

Pantangan

Ramuan milik Ema Pit tidak sembarang untuk dikonsumsi. Menurutnya, ada banyak pantangan yang perlu diperhatikan oleh semua pasien.

Pertama, ketika sedang dalam perawatan para pasien tidak boleh makan bunga pepaya. Hal demikian, kata Ema Pit,  penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Kedua, dalam waktu satu minggu cukup dua kali dikonsumsi. Kalau konsumsi berlebihan, kata dia, memiliki efek yakni tidak memiliki anak.

Ketiga, ramuan itu tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal demikian karena akan menyebabkan keguguran.

Diakuinya, sudah banyak hal yang terjadi dikarenakan para pasien tidak mematuhi pantangan yang sudah diberitahukan.

Anda penasaran, datang dan kunjungi kediamannya.

 

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba