Sejumlah guru SMPN 7 Ruteng saat mendatangi Polres Manggarai, Selasa 12 Februari 2019 (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Sejumlah guru SMPN 7 Ruteng, Kecamatan Ruteng mendatangi Kantor Polres Manggarai, Selasa (12/2/2019) siang.

Mereka datang untuk melaporkan pemilik akun facebook Stur Purut karena dinilai telah menghina dan melecehkan, baik guru maupun lembaga pendidikan SMPN 7 Ruteng.

Stur Purut yang diduga paman dari salah satu murid di SMPN 7 Ruteng memosting status facebook dalam bahasa daerah Manggarai.

Kepala SMPN 7 Ruteng, Rofinus Dandur mengatakan, postingan tersebut cendrung menyerang pribadi salah seorang guru dan lembaganya.

”Ada kata-kata yang membuat kami tidak nyaman, ada status media sosial yang menyerang pribadi dan lembaga kami dan kami datang lapor secara kelembagaan,” kata Rofinus kepada awak media di Polres Manggarai.

Screenshot status facebook Stur Purut

Ia mengatakan, status facebook Stur Purut muncul setelah Yohana Joni, salah seorang guru SMPN 7 Ruteng memberi sanksi kepada muridnya, Senin 11 Februari 2019 kemarin.

Yohana, kata Rofinus, menggunting rambut salah seorang murid yang diduga pamannya adalah pemilik akun facebook Stur Purut.

Sebelumnya memang pihak lembaga sudah memperingatkan agar rambut siswa rapi saat masuk sekolah. Yang tidak rapi dan masih panjang, pihak lembaga memperingatkan agar dipangkas di rumah.

Seharusnya, kata Rofinus, jika ada masalah maka orangtua bisa mendatangi sekolah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bukan malah mengumbar kata-kata hinaan di media sosial.

Senada dengan Rofinus, Yohana Joni seorang guru yang diduga dihina pemilik akun facebook Stur Purut mengisahkan, sebelumnya ia sudah mengingatkan murid tersebut agar segera menggunting dan merapikan rambutnya.

“Itu hari kebetulan saya masuk kelas, siswa di kelas mereka pada ribut. Akhirnya saya masuk, dan saya melihat mereka pakai topi. Saya menyuruh untuk buka topi, ternyata belum gunting rambutnya,” kata Yohana.

Melihat rambut siswanya itu belum digunting, Yohana kemudian memperingatkan agar segera menguntingkan saat pulang ke rumah.

“Kemarin, (11/2) sekitar jam 11 lewat mereka pakai topi di dalam kelas. Saya lihat rambutnya tidak ada perubahan, saya pun gunting rambut di bagian atas kepalanya,” jelas Yohana.

Tindakan itu diambil Yohana dengan maksud agar rambut murid tersebut segera dirapikan saat pulang sekolah.

Namun ternyata, kata dia, pemilik akun Stur Purut malah meresponnya lain. Ia diduga menghina Yohana lewat status facebook.

Penulis: Ardy Abba