Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Mengenal “Songke Jok” Kain Tenun Asal Lamba Leda Manggarai Timur
Seni dan Budaya

Mengenal “Songke Jok” Kain Tenun Asal Lamba Leda Manggarai Timur

By Redaksi13 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang ibu sedang menenun songke Manggarai (Foto: Kompas)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Songke Jok merupakan satu di antara sekian jenis tenun yang ada di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Kain tenun ini berasal dari kecamatan Lamba Leda.

Dari penelusuran VoxNtt.com, Songke Jok termasuk jenis tenun sulam. Jenis motifnya adalah Jok Lamba Leda  warna dasar hitam.

Kain tenun Songke Jok lazimnya dipakai oleh masyarakat dan tua-tua adat, khususnya pada saat upacara adat.

Bahan baku Songke Jok adalah benang pintalan dari kapas, bisa juga benang hasil pabrik.

Pewarnanya pun terbuat dari bahan alami seperti tao dan batu kapur. Pewarna dari pabrik juga bisa kalau memang sangat dibutuhkan.

Proses pembuatan Songke Jok melalui dua tahap.

Tahap Pewarnaan Benang 

Tahap ini berisi beberapa rangkaian kegiatan:

Pertama, daun tao direndam selama 3 jam kemudian airnya disaring.

Kedua, air rendaman daun tao dicampur batu kapur laut yang sudah dibakar sampai hangus dan larutannya diendapkan selama satu malam (dalam periuk tanah). Kemudian airnya dibuang dan endapannya disimpan untuk proses selanjutnya.

Ketiga, ambil abu dapur yang telah dicampur dengan jelaga, lalu diletakan dalam keranjang kemudian disiram air. Air rembesan itu ditampung dalam wadah.

Keempat, campurkan air rembesan abu dapur dengan endapan tao dengan perbandingan 1:1 (direndam selama satu malam).

Kelima, masukkan benang putih ke dalam larutan pada langkah 4 di atas, lalu diamkan selama dua jam kemudian diperas dan dijemur.

Keenam, ulangi langkah 5 sampai 10 kali dalam waktu lima hari. Kemudian benang dicuci dengan air bersih sampai tidak luntur. Benang dijemur hingga kering.

Tahap Pembuatan Tenun

Sebelum mulai menenun, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan.

Kain Songke Jok

Pertama, setelah benang kering, dimasukan ke dalam purung atau paes untuk digulung.

Kedua, dari gulungan, benang langsung dipidik atau dibentang dalam jangkar.

Ketiga, kemudian benang dibentang benang sesuai ukuran yang dikehendaki. Setelah itu, proses menenun bisa dimulai.

Makna di Balik Sulaman

Di balik indahnya, kain tenun Songke Jok memiliki makna dari setiap sulaman yang dihasilkan.

Jok melambangkan rumah gendang atau rumah adat orang Manggarai Timur.

Wela Runus melambangkan bunga berukuran kecil (satu kuntum satu warna) yang banyak tumbuh di wilayah Matim.

Wela Kaweng merupakan bunga yang berukuran lebih besar (satu kuntum terdiri dari bermacam-macam warna) yang banyak tumbuh di wilayah Matim.

Mata Manuk bentuknya ruit melambangkan mata Tuhan.

Titian melambangkan jembatan penghubung.

Garis pembatas/sui, melambangkankehidupan mayarakat kabupaten Manggarai Timur yang dibatasi oleh aturan adat istiadat.

Natas posisinya selalu berada di tengah-tengah khususnya di bagian depan Songke Jok. Natas itu sendiri berarti halaman kampung. Natas selalu berada di tengah kampung dan berfungsi sebagai tempat bermain dan tempat dibangunnya compang (altar persembahan).

Dalam filosofi kehidupan orang Manggarai umumnya, Natas merupakan salah satu elemen penting selain Uma (kebun tempat bekerja), wae (mata air), compang (tempat persembahan), dan mbaru (rumah sebagai tempat tinggal).

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Irvan K

Manggarai Timur Tenun NTT
Previous ArticleBelasan Mantan Napi Korupsi Gugat Bupati Ende
Next Article Dinsos Mabar Segera Tangani Masalah Dugaan Pungli di Golo Lewe

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.