Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hujan Deras, Tembok Penahan Tanah di Wolowaru Runtuh
Regional NTT

Hujan Deras, Tembok Penahan Tanah di Wolowaru Runtuh

By Redaksi19 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Liselowobora runtuh akibat hujan deras , Minggu siang (Foto: Vickar Laka)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende runtuh pada Minggu (17/02/2019) siang. TPT runtuh setelah terjadi hujan deras di wilayah setempat.

Petrus Tani, warga Desa Liselowobora kepada VoxNtt.com, Senin pagi menjelaskan, kejadian itu persis pada jalur jalan Wolowaru-Oka dan Likanaka.

Menurut dia, tembok setinggi kurang lebih dua meter runtuh juga dipengaruhi karena tidak adanya saluran air. Air mengalir di badan jalan lalu menuju ke TPT tersebut hingga runtuh.

“Kalau ada got atau saluran, mungkin aman. Karena air lewat badan jalan dan jatuh di tembok ini. Tanah susut, sehingga bisa terjadi runtuh,” ucap dia.

Warga sedang berupaya membersihkan jalur jalan yang tertutup material akibat hujan deras, Minggu siang (Foto: Vickar Laka)

Petrus menjelaskan, jalur jalan rabat beton tersebut saat ini tidak mengalami kerusakan yang berarti. Hanya, runtuhnya TPT tersebut dapat mengancam jalur jalan menuju Oka dan Likanaka.

Untuk itu ia berharap agar pemerintah perlu mengambil langkah cepat mengantisipasi peristiwa tersebut.

“Itu memang terancam. Kalau hujan deras lagi berulang-ulang, maka jalur jalan itu bisa rusak. Maka, kita berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini,” ungkap dia

Dikatakan, jalur jalan itu perlu perhatian serius sebab, mayoritas struktur tanah labil dan ekstrim saat musim hujan. Tanah mudah runtuh baik ke arah jurang maupun dari arah tebing ke badan jalan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSatu Lagi Buruh Migran Asal Ende Meninggal di Malaysia
Next Article Jalan Malagaro Nyaris Putus

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.