Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Liselowobora runtuh akibat hujan deras , Minggu siang (Foto: Vickar Laka)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende runtuh pada Minggu (17/02/2019) siang. TPT runtuh setelah terjadi hujan deras di wilayah setempat.

Petrus Tani, warga Desa Liselowobora kepada VoxNtt.com, Senin pagi menjelaskan, kejadian itu persis pada jalur jalan Wolowaru-Oka dan Likanaka.

Menurut dia, tembok setinggi kurang lebih dua meter runtuh juga dipengaruhi karena tidak adanya saluran air. Air mengalir di badan jalan lalu menuju ke TPT tersebut hingga runtuh.

“Kalau ada got atau saluran, mungkin aman. Karena air lewat badan jalan dan jatuh di tembok ini. Tanah susut, sehingga bisa terjadi runtuh,” ucap dia.

Warga sedang berupaya membersihkan jalur jalan yang tertutup material akibat hujan deras, Minggu siang (Foto: Vickar Laka)

Petrus menjelaskan, jalur jalan rabat beton tersebut saat ini tidak mengalami kerusakan yang berarti. Hanya, runtuhnya TPT tersebut dapat mengancam jalur jalan menuju Oka dan Likanaka.

Untuk itu ia berharap agar pemerintah perlu mengambil langkah cepat mengantisipasi peristiwa tersebut.

“Itu memang terancam. Kalau hujan deras lagi berulang-ulang, maka jalur jalan itu bisa rusak. Maka, kita berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini,” ungkap dia

Dikatakan, jalur jalan itu perlu perhatian serius sebab, mayoritas struktur tanah labil dan ekstrim saat musim hujan. Tanah mudah runtuh baik ke arah jurang maupun dari arah tebing ke badan jalan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba