Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pengamat: English Day Perlu Kesadaran Elite
NTT NEWS

Pengamat: English Day Perlu Kesadaran Elite

By Redaksi21 Februari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT- Pengamat sosial dan politik, Lasarus Jehamat menilai penetapan hari Rabu sebagai hari berbahasa Inggris (English Day) perlu ada kesadaran elite politik.

Hal itu diungkapkan Lasarus dalam keterangan tertulisnya saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (21/2/2019) pagi.

Baca Juga: Pelantikan Pejabat di Matim Tidak Pakai Bahasa Inggris, Padahal Hari Rabu

“Itu lebih ke kesadaran elite dalam praktik regulasi di negeri ini,” ungkap peneliti Institut Sophia Kupang itu.

Dosen Sosiologi Universitas Nusa Cendana (Undana) itu juga menilai banyak yang gemar mengutak atik dunia simbolis aturan, tetapi jarang mempraktikan aturan itu di masyarakat.

Maka kata dia, usaha pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga dan meningkatkan kemauan semua pihak menggunakan bahasa Inggris.

Di lain sisi, menurut Lasarus sosialisasi diikuti praktik terus menerus di semua level.

Labih lanjut Lasarus menilai efektivitas peraturan gubernur Nomor 56 tahun 2018 tentang Hari Berbahasa Inggris, sangat bergantung pada kemauan membumikan aturan itu.

“Pemimpin harus menjadi suluh dan obor pertama agar masyrakat ikut,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

English Day Manggarai Timur
Previous ArticleTokoh Agama di Mabar Ajak Kaum Muda Perangi Paham Radikalisme
Next Article Mantan Kadis PK Matim Enggan Pose Bersama Pejabat Terlantik

Related Posts

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.