Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»GMNI Tanggapi Wacana Penutupan Sekolah oleh Bupati Matim
Pendidikan NTT

GMNI Tanggapi Wacana Penutupan Sekolah oleh Bupati Matim

By Redaksi5 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas (Foto: Floresa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang menanggapi pernyataan Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas yang menyebut akan menutup sekolah bila tidak memenuhi jumlah muridnya.

Sebagaimana dilansir dari poskupang.com, pernyataan itu disampaikan Bupati Agas saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan Lamba Leda di Aula Paroki Santo Yusuf, Benteng Jawa, Senin (4/3/2019) pagi.

Dalam keterangan tertulis yang terima VoxNtt.com, Selasa (5/3/2019), Ketua GMNI Kupang Sukario Banta menilai keputusan Bupati Agas perlu dilihat dari berbagai sisi.

Wacana itu, kata dia, tidak mempunyai dasar yang kuat. Hal ini bisa saja melahirkan faktor penyebab lahirnya masalah pada beberapa sekolah di Matim.

“Bisa saja jumlah murid itu berkurang karena alasan ekonomi, motivasi orangtua dan anak yang kurang, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dikatakan Sukario, pernyataan itu jangan sampai nantinya akan melahirkan masalah baru, sehingga perlu ditelusuri terlebih dahulu sebelum berwacana.

Kalau tidak, kata dia, maka wacana ini tidak akan mengatasi masalah pengangguran di kalangan sarjana di Matim. Tetapi justru hanya akan melahirkan masalah baru di masyarakat.

“Bisa saja motivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya akan menurun dan motivasi anak-anak untuk bersekolah pun akan menurun,” imbuhnya.

Menurutnya, kalau ini yang terjadi maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Matim akan turun semakin jauh dari IPM Provinsi.

“Karena salah satu indikator dalam IPM itu adalah Tingkat Pendidikan,” tukasnya.

Sukario juga mengatakan, Bupati Agas seharusnya mendorong sekolah-sekolah di Matim agar mampu mempersiapkan anak-anak yang terampil dan kreatif dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.

“Kita Mendukung langkah Bupati dalam melakukan pelatihan dan pembinaan di desa-desa, tetapi harus dipersiapkan secara baik mulai dari infrastruktur berupa gedung hingga tim pembina yang handal,” katanya.

“Bukan malah tutup dan rampas gedung sekolah,” tambah alumnus Undana Kupang itu.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Manggarai Timur
Previous Article29 ASN Eks Napi Korupsi di TTU Belum Diberhentikan, Begini Alasannya
Next Article Wabah Milenial dan Tantangan Disrupsi Nalar

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.