Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Ini Arahan Wabup Jaghur untuk Kepala Desa di Matim
VOX DESA

Ini Arahan Wabup Jaghur untuk Kepala Desa di Matim

By Redaksi12 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Jaghur Stefanus (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Jaghur Stefanus, memberikan arahan kepada seluruh supervisor siskeudes, kepala desa dan TPP-P3MD, se-Kabupaten Matim di Aula Setda setempat, Selasa (12/3/2919).

Sedikitnya, ada enam poin yang disampaikan oleh Wabup Jaghur, di antaranya;

Pertama, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sebagai dokumen rencana keuangan tahunan pemerintah desa yang dibahas dan disetujui bersama BPD, disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (pasal 32 S/D pasal 38 Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa).

Rencana keuangan tahunan pemerintah desa harus mengutamakan kepentingan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

Wabup Jaghur mengatakan, Peraturan desa tentang rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa) menjadi dasar penetapan APBDesa.

Dengan demikian, dokumen-dokumen terkait (RPJMDES, RKPDES dan APBDesa) harus selaras. Sehingga, tidak ada program dan/atau kegiatan yang tertuang dalam APBDesa muncul di tengah jalan.

Kedua, pengadaan atau pembangunan sistem informasi desa disesuaikan dengan apa yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 7 tahun 2019 tentang penyusunan APBDesa.

Hal itu berupa pengembangan kapasitas pengadaan apalikasi perangkat lunak dan keras komputer untuk pendataan dan penyebaran informasi dan komunikasi lainnya yang sesuai dengan kewenangan desa dan diputuskan dalam musyawarah desa.

Ketiga, prosedur dan tahapan musyawarah mulai dari dusun sampai desa dalam menetapkan program dan kegiatan wajib dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 114 tahun 2015 tentang pedoman pembangunan desa.

Dengan demikian, pemerintah desa dilarang melakukan kontrak kerja dengan pihak ketiga sebelum kegiatan dan anggarannya ditetapkan dalam Perdes tentang APBDesa.

Perencanaan pembangunan desa yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dimaksud, tidak diakomodir dalam APBDesa.

Keempat, kelembagaan masyarakat desa yang dibentuk harus bisa membawa dampak positif dan perubahan bagi masyarakat desa. Lembaga yang dibentuk juga wajib disertai dengan program dan kegiatan yang mesti dilaksanakan.

Sehingga, biaya operasional yang dialokasikan dalam APBDesa dapat membiayai kegiatan lembaga masyarakat dimaksud. Sehingga, tidak terkesan lembaga itu dibentuk untuk bagi-bagi uang desa.

Kelima, salah satu tujuan dan sasaran yang dicapai dengan menaikkan pendapatan kepala desa dan perangkat desa adalah untuk meningkatkan kinerja kerja.

Untuk itu, kepala desa dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa wajib merujuk pada ketentuan yang berlaku yaitu Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Oleh karena itu, syarat-syarat pengangkatan dan pemberhentian harus benar-benar sesuai ketentuan dan tidak karena alasan-alasan lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Keenam, pengembangan BUMDesa dalam rangka menyokong ekonomi desa segera ditingkatkan.

Ditargetkan pada tahun 2020, setiap desa dalam wilayah Kabupaten Matim, sudah memiliki pendapatan asli desa (PADes) yang bersumber dari penyertaan modal desa pada BUMDesa.

Peran serta TPP-P3MD (pendamping desa) dalam memfasilitasi pendirian dan pengembangan BUMDesa, sangat diharapkan target pada tahun 2020 itu dapat terlaksana.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

DPMD Matim Manggarai Timur Wabup Matim
Previous ArticlePol PP Diduga Pukul Pedagang di Borong, Ini Penjelasan Polisi
Next Article Pembersihan Material Longsor Jalan Trans Flores di Mabar Tinggal 2 Titik

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.