Gregorius Loni dan keluarga saat menerima bantuan dari F-AMATIR (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Gregorius Loni (53) korban tanah longsor di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores-NTT, hanya mampu berharap pada pemerintah di kabupaten itu.

Ayah empat anak itu, seolah tak sanggup lagi untuk mengangkat timbunan tanah di belakang rumahnya.

Sempat ia mencoba, namun sia-sia. Hanya kata pasrah yang terus bergumam dari mulutnya.

“Saya sudah tua pak, saya tidak punya tenaga lagi,” ujarnya dengan nada pelan.

Ketika disambangi Forum Anak Manggarai Timur (F-AMATIR) dan beberapa awak media, Senin 11 Maret 2019 lalu, ia dan keluarga tengah mengungsi di salah satu rumah tetangga.

Namanya Gaspar Ndala. Berjarak sekitar 20 meter dari rumah mereka.

Goris terpaksa mengungsi lantaran rumahnya, hingga kini masih ditimbun tanah longsor.

Sore itu, Goris ditemani sang istri, Bernadeta Dawus, Yovan sang buah hati, dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Namun, suasana kala itu rasanya bertabur duka. Goris nyaris meneteskan air mata, ketika bercerita tentang kisah piluh yang ia dan sekeluarga alami.

Tak pernah menyangka, Rabu 6 Maret, tepat pukul 19.00 Wita, rumahnya itu harus tertimbun tanah.

Dikisahkannya, sebelum peristiwa itu ia dan istri sudah merasakan akan ada hal buruk yang menimpa mereka.

“Memang kami waktu itu sudah waspada karena hujannya tidak pernah berhenti dari pagi hingga malam,” kisahnya sembari menawarkan kopi kepada tamu yang datang berkunjung.

Baca Juga: Satu Rumah Warga di Matim Tertimbun Longsor

Ketakutan yang kian terbayang, akhirnya menjelma menjadi kenyatan. Tanah yang berada di belakang rumahnya runtuh dan menghantam bagian belakang rumah.

Bagian dalam rumah Gregorius Loni yang roboh tertimbun tanah (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Beruntung, ia dan istri bergerak cepat. Keduanya selamat. Namun sayang, rumah berdinding pelupuh dan lantai beralas tanah itu hancur berantakan dan berbecek.

“Kami lompat waktu itu,” imbuhnya.

Disambagi BPBD Matim

Usai peristiwa itu, Jumat 8 Maret 2019 pagi, Goris didatangi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Antonius Dergong.

Saat itu Dergong tidak sendiri. Ia ditemani beberapa pegawainya. Sesampainya di rumah Gaspar Ndala, ia pun memberikan bantuan sembako kepada Goris dan sekeluarga, sembari melihat lokasi longsor itu.

Lantaran kesulitan akses, Dergong pun menyarankan untuk menggunakan excavator.

“Akses ke lokasinya susah kalau pakai loader,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya belum memiliki excavator. Dergong berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga Goris sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Korban Longsor di Kota Komba Dapat Bantuan dari BPBD Matim

Saran itupun diterima oleh Goris dan keluarga. Namun, hingga kini usahanya belum menuai hasil.  Rumahnya masih ditimbun tanah.

Dapat Bantuan dari Masyarakat Matim

Kehadiran Forum Anak Muda Manggarai Timur (F-AMATIR)  bagi Goris adalah anugerah yang sangat berarti bagi keluarganya.

Ia tak melihat berapa jumlahnya, namun kunjungan itu bagai “pelumas” rasa duka yang mereka alami.

Kehadiran itu juga, seolah memberikan semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan yang dialami.

Sesekali Goris dan istrinya melemparkan senyum manis, kepada para anggota F-AMATIR.

Usai berdialog, bantuan itu pun diserahkan langsung oleh Koordinator F-AMATIR, Pankarius Purnama, dan disaksikan seluruh anggotanya, serta keluarga Goris.

Baca Juga: F-AMATIR Siap Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Labuan Bajo

Bantuan itu berupa beras, minyak goreng, sabun dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Ini bantuan dari masyarakat Manggarai Timur. Tadi kami bantu untuk kumpulkan ini di Borong,” ujar Pankrasius sembari menyerahkan bantuan kepada Goris.

Usia menerima bantuan Goris mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan doa dari masyarakat Manggarai Timur.

Baca Juga: Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Mabar, F-AMATIR Raup Jutaan Rupiah

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terimkasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberi kami sekeluarga bantuan,” ujarnya usai menerima bantuan sembako dari Forum Anak Manggarai Timur, Senin (11/3/2019) sore.

Di akhir pertemuan itu pun Goris menitipkan pesan.

“Pak tolong bantu kami,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba