Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, bermodal sarung tangan tanpa masker penutup mulut langsung turun ke dalam drainase mengangkat Sampah (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

Mbay, Vox NTT-Dua bulan pasca digusur Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo, para pedagang di Pasar Danga tak kunjung mendapat kepastian tentang pengerjaan kembali pasar tersebut. Sejak digusur, para pedagang di pasar itu pun belum bisa berjualan di dalam (Pasar). Kondisi ini juga sangat memengaruhi penghasilan mereka (pedagang).

Seperti diberitakan VoxNtt.com, Rabu (13/03/2019) kemarin, sejumlah pedagang keluhkan omset mereka menurun pasca Pasar Danga digusur.

Menanggapi keluhan para pedagang, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do meminta mereka bersabar. “Saya minta para pedagang tetap bersabar. Karena Pasar Danga dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan yang lebih baik,” pinta Bupati Don.

Hal itu dikatakan Bupati Don untuk menjawab pertanyaan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat beraudiensi di Ruangan Bupati Nagekeo, Kamis (14/3/2019) siang.

Baca:

Don menegaskan, dalam waktu dekat Pemda Nagekeo segera mengerjakan Pasar Danga. “Pasar Danga dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan. Kita ada dapat bantuan Dana dari TP dan Dak. Dana Dak sebenarnya mau bangun pasar ikan di Kecamatan Wolowe, saya minta biar duluan bangun Pasar Danga,” ujarnya.

Disinggung soal sumber dana untuk material tanah urukan di Pasar Danga. Don mengatakan, itu murni  bantuan dari pihak ketiga.

“Kurang lebih 1000 lebih reit urukan itu adalah bantuan murni dari pihak ketiga. Karena saya pikir, pasar harus dibersihkan agar para pedagang bisa nyaman jual barang-barang dagang mereka. Karena saya tidak mau, masyarakat saya jual di tempat bau busuk seperti sebelumnya,” ujaranya.

Sementara terkait Tenaga Harian Lepas (THL) pihaknya tetap merekrut kembali. Namun disesuaikan dengan kebutuhan setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) yang ada.

“Bicara soal THL, kita sudah bicara bersama DPRD Nagekeo. Kan bulan lima kita akan rekrut lagi. Dan saat ini kami sedang melakukan kajian, terkait berapa banyak yang harus direkrut berdasarkan kebutuhan di setiap pimpanan OPD,” ujarnya.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Boni J