Pater Otto Madung bersama Menteri Jonan berjabatan tangan usai kuliah umum di STFK Ledalero (Foto: Arsen)

Maumere, Vox NTT-Menteri ESDM Republik Indonesia, Ignasius Jonan berkesempatan memberikan kuliah umum di Aula St. Thomas Aquinas STFK Ledalero, Maumere, NTT pada Sabtu (23/3/2019).

Kuliah umum dengan tema ‘Energi Berkeadilan untuk Rakyat’ ini diselenggarakan oleh panitia pesta emas STFK Ledalero.

Dalam sesi diskusi, Jonan menanggapi pertanyaan yang dilontarkan forum.

Salah satu anggota forum menanyakan soal keberhasilan divestasi 51% saham Freeport yang tidak memiliki arti jika dibandingkan dengan jumlah sumber energi lain yang masih dikuasai perusahan asing.

Misalnya sumber energi gas di teluk Bintuni yang dioperasikan oleh perusahan asing British Petrolium.

Masih senada dengan pertanyaan tersebut, P. Alex Jebadu, SVD juga menyatakan bahwa negara ini, sebagaimana diatur dalam pasal 33 UUD 45, semestinya berdiri di atas ideologi ekonomi jalan tengah.

Akan tetapi, selama ini ekonomi bangsa Indonesia cendrung bergerak ke arah ideologi kanan, demikian kata Alex.

Menteri Jonan berpose bersama pastor dan tamu undangan dalam kegiatan kuliah umum di STFK Ledalero, Maumere, NTT

Menjawabi pertanyaan tersebut, Menteri ESDM menyatakan bahwa apakah dikuasai negara itu tidak harus dikelola oleh negara.

“Kita kadang memiliki pompa bensin, kita yang kuasai. Tetapi, yang mengelola orang lain. Apa kita jaga sendiri pompa bensinnya?”, jawab Jonan. Filosofi demikian memang masih dapat diperdebatkan, tambahnya.

“Di dalam pandangan saya, dikuasai negara itu sudah pasti. Hal lain yang mesti dipikirkirkan adalah kekayaan tersebut harus diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”, demikian ungkap Jonan.

Jonan juga menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya senang andai putra-putri bangsa Indonesia sendiri yang mengelola perusahan-perusahan tersebut, termasuk Freeport.

Akan tetapi, seperti diakui Jonan sendiri, masih belum ditemukan putra-putri Indonesia yang mampu mengelolah perusahan sekompleks freeport.

Karena itu, yang diperlukan adalah kita perlu belajar pada masa transisi ke depan.

Menteri ESDM tersebut juga menambahkan cerita lain.

“Pertamina menemukan ladang minyak besar terakhir kali pada tahun 1967. Sekarang Pertamina juga mengoperasikan Blok Mahakam dan mengelola blok Rokan. Kalau kita suruh pertamina cari sendiri ladang minyak, belum tentu ketemu. Ini fakta kok,” tutur Jonan.

Terima Kasih

Atas nama civitas akademika STFK Ledalero, Dr. Otto Madung selaku ketua sekolah, menyampaikan terima kasih kepada bapak Ignasius Jonan yang berkesempatan memberikan kuliah umum di STFK Ledalalero.

Kuliah umum ini juga dimeriahkan oleh penampilan STFK Voice yang membawakan lagu Manu Basa Liras dan Gemu Fa Mi Re.

Turut hadir dalam kuliah umum ini antara lain Dirjen Bimas Katolik, Sekretarias Daerah Provinsi NTT, Bupati Sikka, Kapolres Sikka, General Manager PLN NTT, Pater Ketua Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende, Uskup Emeritus Mgr. Kherubim Pareira, SVD, Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr, Ketua Sekolah STFK Ledalero, para dosen dan pegawai, para mahasiswa/i STFK Ledalero maupun dari kampus lain yang berada di Maumere.

Kontributor: Arsen Jemarut

Editor: Irvan K