Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan Berdinding Pelupuh dan Beratap Bambu
HEADLINE

SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan Berdinding Pelupuh dan Beratap Bambu

By Redaksi27 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan, Manggarai Timur (Foto: Rino)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Hingga kini kondisi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap Ndangi, di Desa Nanga Meje, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, masih berdinding pelupuh, beratap bambu dan berlaskan tanah.

Padahal, sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2011 silam dan berstatus Negeri. Selain itu, sudah lima angkatan yang tamat pendidikan dari sekolah itu.

Mirisnya, setiap musim hujan ruang kelas SMPN Satu Atap Ndagi selalu digenangi air dan becek, lantaran atap yang terbuat dari bambu bocor.

Para guru dan peserta didik pun terpaksa harus berhenti untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Mariano Unde, seorang pemuda asal kampung itu, mengaku hingga kini Pemda Matim belum memberikan perhatian serius untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah itu.

“Keluhan setiap siswa di sini yakni pada musim hujan, mereka sangat sengsara, mereka harus istrihat belajar mengajar karena air hujan masuk ke dalam ruangan,” ujarnya saat menghubungi VoxNtt.com, Selasa (26/3/2019).

Dikatakannya, selain kondisi gedung yang memprihatinkan, juga kurangnya fasilitas belajar bagi para peserta didik untuk menambah wawasan mereka.

“Perpus dan buku juga tidak ada pak,” ucapnya.

Mariano berharap agar pemerintah segera memperhatikan pendidikan di Matim, khususnya di SMPN Satu Atap Ndangi agar proses KBM bisa berjalan dengan baik.

“Saya kira demi terwujudnya masyarakat yang cerdas dan berintelektual ketika pemerintah dan semua elemen bekerja sama, akan tetapi yang menjadi miris Pemda Matim hanya mampu mendirikan sekolah, tetapi tidak bisa memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan lembaga pendidikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMPN Satap Ndangi, Tobias Ndiwal membenarkan hal itu.

Diakuinya, saat ini kondisi gedung sekolah masih meperihatikan.

Kata dia, gedung itu merupakan hasil sumbangan sukarela orang tua murid tahap empat tahun 2018 lalu.

“Rangka-rangkanya masih bambu dan dinding pun pelupuh,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com, Rabu (27/3/2019).

Diakuinya, saat ini jumlah murid di sekolah itu sebanyak 75 orang. Selain itu, jumlah guru PNS 3 orang, Bosda 6 orang, honorer 1 orang dan Tata Usaha honorer 2 orang dan memiliki 3 ruang/rombel.

Baca Juga: Malang Rundung Pendidikan Matim

Menurutnya, selain gedung, meja, kursi, lemari/rak penyimpan buku, perpustakaan yang belum ada sebagai salah satu faktor penghambat proses KBM di sekolah itu.

Ia pun berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan di sekolah itu.

“Pemda Matim sebagai penentu kebijakan bisa mencurahkan perhatian berupa DAK dilengkapi sarpras pendudukungnya di SMPN Satap Ndangi,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePKB Mabar Harap Isi Deklarasi Kampanye Pemilu Damai Direalisasikan
Next Article Dua Oknum Polisi dan Satu ASN di Sikka Dibekuk Karena Nyabu

Related Posts

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.