Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jalan Provinsi di TTS, 60 Persen Rusak Parah
NTT NEWS

Jalan Provinsi di TTS, 60 Persen Rusak Parah

By Redaksi28 Maret 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan provinsi di Kecamatan Fatumnasi, Wilayah Mollo yang memrihatinkan di musim hujan. Diabadikan pekan lalu. (Foto: Nibal da Costa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT –Ruas jalan provinsi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga saat ini dalam kondisi rusak parah.

Kondisi memrihatinkan ini, menurut Ruba Banunaek, anggota DPRD TTS perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Panjang jalan provinsi di TTS 362 kilo meter. 65 persen dalam kondisi rusak parah. Belum yang rusak sedang,” ujar Ruba Banunaek kepada VoxNtt.com, Rabu (27/03/2019).

Menurut politisi Partai Golkar TTS ini, kondisi demikian, disebabkan kebijakan anggaran dari Pemprov NTT yang belum diarahkan ke TTS.

“Selama ini kebijakan anggaran dari Pemprov untuk infrastruktur jalan di TTS memang dinilai timpang. Oleh karena itu harapannya, jalan di TTS bisa diperhatikan pemimpin provinsi sekarang ini,” harap Ruba.

Salah satu penyebab kemiskinan di TTS, kata Ruba, yakni akibat dari kurangnya kebijakan pengimbangan anggaran pembangunan ke suatu daerah.

“Kalau kondisi jalan rusak begini, bagaimana bisa ada mobilisasi ekonomi masyarakat. Selain itu, juga aspek kesehatan ikut menjadi imbas; seperti sulitnya transportasi ke rumah sakit atau Puskesmas,” bebernya.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Soe TTS
Previous ArticleSoal Pencurian Komodo, Ketegasan Pemda dan Polda NTT Dipertanyakan
Next Article ‘Advocatus Diaboli’ VoxNtt.com, Mengapa Kekuasaan Tersinggung?

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.