Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bonjer: Anak Petani Jangan Takut Jadi Pemimpin
Pilkada

Bonjer: Anak Petani Jangan Takut Jadi Pemimpin

By Redaksi12 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bonefasius Jebarus bersama Lucius Modo didampingi warga Kelurahan Tanah Rata (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bonifasius Jebarus mengatakan semua orang punya mimpi untuk menjadi pemimpin, termasuk anak petani.

“Anak petani jangan takut jadi pemimpin, karena pemimpin itu milik semua orang,” tegas pria yang kerab disapa Bonjer itu, saat memberikan orasi politik di depan ribuan massa yang hadir di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Minggu (07/04/2019).

Dikatakannya, untuk memperjuangkan itu, harus memiliki keberanian dan tekad.

“Kita berjuang untuk masa depan, jangan pernah takut untuk bertarung,” tegasnya.

Bonjer juga menyebutkan ada beberapa pemimpin daerah di seluruh NTT yang terlahir dari anak seorang petani.

“Banyak pemimpin di NTT ini yang berasal dari anak petani, bupati kita, gubernur kita dan bahkan ketua DPRD kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, memasukkan Kabupaten Matim menjadi empat daerah prioritas penanganan jalan provinsi.

Sehingga dana yang didapatkan oleh Kabupaten Matim sebesar Rp 42 miliar. Semuanya hanya diperuntukan bagi jalan provinsi.

Bonjer menjelaskan, angka yang fantastis itu akan di bagi dalam dua segmen. Segmen satu hotmix sepanjang lima kilometer (5 km) dan segmen dua, 12 km terdiri dari dua km hotmix dan 10 km sirtu.

Lucius Modo pada tempat yang sama membenarkan ucapan politisi partai Demokrat itu.

“Yang dikatakan pak Bonjer benar,” ucap pria yang akrab disapa Luko itu.

Ia juga mengatakan, masyarakat harus mampu mengutus orang yang bisa berpikir dan bekerja untuk perubahan Matim.

Dikatakannya, semua yang diutus rakyat pasti memiliki mimpi untuk membangun warganya.

“Tidak mungkin dia tidak mau membangun masyarakat,” ujarnya.

Kendati demikian lanjut Luko, pembangunan harus bertahap dan berkelanjutan.

“Itu prinsipnya tidak bisa satu kali jalan, kita harus sesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleLima Hari Jelang Pemilu, KPU Manggarai Masih Kekurangan 71.480 Surat Suara
Next Article Suratnya Menuai Polemik, Ketua PPNI NTT Menghindari Pertanyaan Wartawan

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Benteng Jawa–Bawe, Sindir Minimnya Perhatian Pemerintah

3 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.