Kondisi SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan, Manggarai Timur (Foto: Rino)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur (PK Matim), Basilius Teto mengunjungi 8 sekolah di kabupaten itu, Selasa (23/04/2019).

Tujuan kunjungan itu yakni untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional yang ada di setiap sekolah.

Sekolah yang dikunjungi yakni, SMP N 11 di Peot, SDI Peot, SMP Stanislaus Borong, SMPN 1 Borong, SMP Lima Jaya, MTS Borong, SMP Rosa Mistika Wae Rana dan Seminari Kisol.

Kadis PK Matim, Basilius Teto saat memantau UN di salah satu sekolah di Matim (Foto: Humas dan Protokol Kabupaten Matim)

“Secara keseluruhan tidak ada kendala. Harapannya UN kali ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa pagi.

Yang Luput dari Kunjungan Kadis PK Matim

Kondisi SMP Negeri Satu Atap Ndangi hingga saat ini memprihatinkan.

alterntif text

Pasalnya, sekolah yang berlokasi di Desa Nanga Meje, Kecamatan Elar Selatan itu masih beratap bambu, berdinding pelupuh dan beralaskan tanah.

Dari penelusuran VoxNtt.com, sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2011 lalu. Sudah lima angkatan yang menamatkan pendidikan dari sekolah itu.

Baca: SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan Berdinding Pelupuh dan Beratap Bambu

Kadis Basilius pun pernah berjanji untuk mengunjungi sekolah itu.

“Saya pasti ke sana,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com, Rabu 27 Maret 2019 lalu.

Terkait kondisi SMP Negeri Satu Atap Ndangi, Mantan Kadis Koperindag itu berjanji akan menjadi perhatian serius Dinas PK Matim.

“Terima kasih, hal ini akan menjadi perhatian serius dari dinas, terkait kondisi sekolah tersebut,” ucapnya.

Baca: SMPN Satap Ndangi di Elar Selatan Jadi Perhatian Serius Dinas PK Matim

Ia juga berharap, ke depan bisa mendapatkan anggaran untuk memberikan bantuan ke SMP Negeri Satu Atap Ndangi

Selain SMP Negeri Satap Ndangi, salah satu sekolah yang luput dari kunjungan Basilius yakni SMPN 10 Kota Komba, di Desa Pong Puan.

Dari informasi yang dihimpun VoxNtt.com, sekolah ini sudah berusia 7 tahun. Para pelajar di sekolah itu terpaksa melaksanakan ujian di dalam gedung yang sudah tampak reot.

Kondisi SMPN 10 Kota Komba. (Foto: Ag)

Mereka juga masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) lantaran belum memiliki komputer.

Sebagai informasi, peserta Ujian Nasional di Kabupaten Matim untuk SMP sebanyak 6.833 siswa yang terdiri dari 3.323  laki-laki dan 3.510 perempuan.

Sedangkan untuk Sekolah Dasar sebanyak  7.611 peserta didik yang terdiri dari 3.871 siswa dan 3.740 siswi.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba