Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gara-gara Buka Jalan Baru, 6 Bulan Warga Aeramo Tidak Nikmati Air Bersih
Regional NTT

Gara-gara Buka Jalan Baru, 6 Bulan Warga Aeramo Tidak Nikmati Air Bersih

By Redaksi4 Mei 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pipa air bersih yang diduga dirusak oleh rekanan menggunakan alat berat sampai saat ini belum diperbaiki (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Proyek pembukan jalan baru, Aeramo-Malakupe di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo yang dikerjakan pada tahun 2018 dinilai tidak ada asas menfaat untuk warga setempat.

Selain tidak ada asas menfaat, kontraktor pekerjaan jalan itu telah merusak sejumlah fasilitas air bersih yang selama ini menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi warga Aeramo.

Setelah adanya proyek tersebut sudah 6 bulan warga Aeramo tidak lagi menikmati air bersih.

Hingga kini, jalan baru Aeramo-Malakupe tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pasalnya, jalan itu bak kali kering. Separuh badan jalan terkikis air hujan.

Parahnya lagi, selain merusak jaringan air bersih diduga proyek itu tanpa ada konsultan pengawas.

Berdasarkan data yang dihimpun VoxNtt.com, Sabtu (04/05/2019), proyek itu dikerjakan oleh CV Dian 99 dengan pagu sebesar Rp 194.491.000.

Sampai saat ini VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi dinas terkait terkait proyek pembukaan jalan Malakupe-Aeramo.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticlePuisi: Aku Merasa Hidup Lewat Napas yang Mengembuskan Sajak
Next Article Pria Asal Matim Ini Dipulangkan dari Makassar dalam Kondisi Memprihatinkan

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.