Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»Sejak 2011, Ibu Kota Cibal Barat Tidak Diperhatikan Pemkab Manggarai
VOX POPULI

Sejak 2011, Ibu Kota Cibal Barat Tidak Diperhatikan Pemkab Manggarai

By Redaksi5 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan menuju kantor camat Cibal Barat memprihatinkan (Foto: Pepi/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Sejak tahun 2011, Desa Golowoi ditetapkan sebagai ibukota Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

Meski demikian, warga menilai penetapan daerah itu sebagai ibu kota kecamatan tidak berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur sosial dasar.

Vitalis Soni, salah satu tokoh muda asal Golowoi menilai hingga kini fasilitas di ibu kota Kecamatan Cibal Barat masih banyak kekurangan, tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan pemerintah.

Padahal, tanah yang digunakan untuk pembangunan kantor pemerintahan diberikan secara cuma-cuma oleh masyarakat Golowoi, tanpa ada biaya biaya ganti rugi.

Kala itu, demikian Soni, masyarakat berharap anak mereka bisa bekerja di kantor itu setelah selesai kuliah.

Dalam perjalanannya, kenyataan berkata lain, banyak para sarjana di Golowoi yang sampai sekarang masih belum memiliki perkejaan. Mereka selalu ditolak ketika melamar bekerja di Kantor kecamatan Cibal Barat.

“Kami selalu ditolak ketika melamar kerja di sana, dulu mereka sempat berjanji kalau tanahnya diserahkan untuk pembangunan kantor pemerintah nanti kami bisa bekerja di sana, tapi kami maklumi karena dulu itu tidak dibuatkan surat perjanjian hitam di atas putih,” tutur Soni.

Di samping itu lanjut dia, pegawai yang berkerja di kantor kecamatam Cibal Barat banyak yang datang dari luar, bahkan ada yang yang tinggal di Pagal (Ibu Kota Kecamatan Cibal) maupun di Ruteng.

Kantor camat Cibal Barat, Manggarai, NTT

Sony menilai, tanah yang diberikan secara cuma-cuma itu justru hanya menguntungkan orang lain, bukan warga setempat.

Selain itu, penetapan Golowai sebagai ibu kota kecamatan tidak berdampak pada percepatan pembangunan terlebih khusus fasilitas pemerintahan. Baik itu jaringan listrik, jaringan komunikasi maupun jalan masuk menuju Golowoi.

“Sama sekali tidak mencerminkan pusat pemerintahan, karena sejak zaman penjajahan sampai sekarang Golowoi tidak merasakan jaringan listrik dari Pemerintah,” ucapnya.

Sony berharap, kedepannya Pemerintah Manggarai melalui Bupati Deno Kamelus tidak lagi menutup mata terhadap ketertinggalan di Kecamatan Cibal Barat.

“Apalagi sekarang sudah ada Puskesmas Rawat Nginap di Golowoi dan tentu sangat membutuhkan jaringan listrik,” tutur Soni.

Sementara Camat Cibal Barat, Karolus Mance yang dihubungi VoxNtt.com, mengatakan, keluhan soal ditolaknya lamaran sarjana asal daerah itu tidak bisa ia respon. Pasalnya, sesuai UU no 5 Tahun 2014 tentang ASN, penerimaan tenaga Kontrak atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) harus melalui testing secara Nasional.

Selain itu, kata Mance, sudah hampir 6 tahun terakhir ada kebijakan Moratorium penerimaan tenaga kontrak.

Terkait dengan jaringan internet yang belum memadai, Mance mengatakan kebijakan tersebut domain swasta.

Meski demikian dia menduga internet ada kaitannya dengan jaringan Listrik PLN.

Terkait hal ini sudah ada surat resmi dari Pimpinan PLN kalau semua desa di Cibal Barat tahun ini akan dibangun jaringan listrik.

Sedangkan infrastruktur jalan, tahun ini ada lanjutan hotmix dari Raci ke Kantor camat dan desa Latung.

“Saya mempunyai keyakinan perubahan pasti akan terus menggeliat di Cibal Barat semuanya butuh proses dan waktu, saya mempunyai keyakinan proses tidak pernah mengkhianati hasil,” tandasnya.

Penulis: Pepi Kurniawan

Editor: Irvan K

Kamelus Deno Manggarai Pemda Manggarai
Previous ArticlePSI TTU Minta PSU, Begini Tanggapan Penyelenggara Pemilu
Next Article Nasdem, PKB dan PDIP Berpeluang Menuju Kursi Pimpinan DPRD TTS

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026

Apa yang Tersisa dari Manusia Ketika Artificial Intelligence Meniru Segalanya?

11 Juli 2026

IFTK Ledalero Gelar Konser Amal di Kupang, Target Himpun Dana hingga Rp600 Juta untuk Renovasi Biara

10 Juli 2026

Menakar Prioritas NTT: Antara Berburu Pajak Plat Luar dan Menelantarkan Terminal Tipe B

10 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.