Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pemda Ende Segera Gelar Festival Kopi
Ekbis

Pemda Ende Segera Gelar Festival Kopi

By Redaksi22 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2019, sejumlah aneka kegiatan akan digelar di Kabupaten Ende, Flores, NTT.  Salah satu untuk mengisi momentum itu ialah festival kopi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Derson Duka menyatakan festival kopi akan berlangsung pada tanggal 30-31 Mei 2019.

“Iya, kopi-kopi lokal yang kita promosikan. Karena, banyak kopi (lokal) yang sudah populer secara internasional,” ucap Derson di Ende pada Rabu (22/05/2019) siang.

Dijelaskan, festival kopi merupakan satu kesatuan di dalam acara Ende Culture Expo. Kegiatan ini akan menampilkan sejumlah kerajinan tangan yang bernuansa lokal.

Derson menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pegiat kopi di Ende serta beberapa petani kopi. Tujuannya adalah agar mereka dapat menyajikan serta mempresentasikan pengelolaan kopi secara keseluruhan.

“Jadi mereka juga menjelaskan tentang falsafah kopi dari berbagai daerah di Kabupaten Ende. Fokus kita pada kopi lokal, ” jelas Derson.

Pada umumnya, festival kopi Ende ini bermaksud untuk mengangkat komoditi usaha perkebunan masyarakat dan menyebarkan secara luas ke publik.

Kabupaten Ende memiliki kopi unggulan berbasis lokal dengan memiliki cita rasa yang berbeda. Masing-masing daerah di Kabupaten memiliki kekhasan hasil bumi tersebut.

“Kalau dulu ada kopi Manggarai, kopi Bajawa dan Nagekeo. Tapi, sekarang ini kita lebih menunjukkan kopi asli kita di sini,” katanya.

Diketahui kegiatan tersebut berpuncak pada 1 Juni 2019 dengan upacara apel bersama. Berapa kegiatan seperti pentas tarian akan dilangsungkan lebih awal.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

Ende
Previous ArticleDPMD Matim: Sebagai Lembaga Laporan Ketua BPD Gunung Baru Tidak Berdasar
Next Article Sopir Angkot di TTU Dipolisikan

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.