Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Tokoh Agama Minta Masyarakat Tetap Jaga Persaudaraan
KOMUNITAS

Tokoh Agama Minta Masyarakat Tetap Jaga Persaudaraan

By Redaksi3 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Nangaroro, Abubekar Husen (kiri) dan salah satu tokoh agama katolik asal Kecamatan Nangaroro, Wilem Masa (tengah)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Abubekar Husen, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Kabupaten Nagekeo mengajak masyarakat untuk tetap persaudaraan dalam menjalan bulan suci Ramadan.

Masyarakat diharapkan memaknai bulan suci Ramadan dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan.

“Mari kita ambil nilai-nilai positif dari bulan Ramadan, yakni harus menahan diri, termasuk menahan diri dari perbuatan yang mengarah kepada perpecahan,” kata Abubekar yang dihubungi VoxNtt.com, Senin (03/06/2019).

Ia menjelaskan, bangsa Indonesia baru saja menyelenggarakan pesta demokrasi, pemilu serentak pada 17 April 2019.

Karena itu, ia mengajak masyarakat agar menggalang persatuan dan kesatuan pasca pemilu. Tidak boleh ada perbedaan-perbedaan di tengah masyarakat yang mengarah pada permusuhan.

Menurut Abubekar, momentum bulan suci Ramadan merupakan saat yang tepat untuk saling menghargai dan menghormati. Termasuk dengan menjaga suasana tetap kondusif, tidak menyebarluaskan ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks.

”Saatnya menempa diri menuju karakter Muslim,” katanya.

Dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, kata dia, harus saling menyayangi dan menghormati. Masyarakat juga harus menciptakan kehidupan yang damai dan sempurna.

Senada dengan Abubekar, Wilem Masa tokoh Katolik asal Nangaroro Wilem meminta kepada umat di kecamatan itu agar tetap menjaga toleransi.

Wilem juga mengajak umat Katolik di Kecamatan Nangaroro agar belajar tentang hal berpuasa dari umat Muslim.

“Saya mewakili umat Katolik dari Nangaroro mengucapkan selamat kepada umat Muslim yang akan memasuki bulan puasa, bulan yang suci dan penuh berkah dan kami berusaha untuk menciptakan suasana damai dan tenteram agar pelaksanaan ibadah ini dilaksanakan dengan baik,” kata Wilem.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Negekeo
Previous ArticleJPIC dan DPRD Nilai Pemkab Manggarai Tidak Serius Menata Kota Ruteng
Next Article Umat Katolik Rayakan Penutupan Bulan Maria di Hari Lahir Pancasila

Related Posts

HWDI NTT Gelar Workshop Advokasi Berbasis Bukti, Dorong Akses Layanan Inklusif

6 Mei 2026

Prosesi Patung Bunda Maria Penolong Abadi Jadi Ikon Ziarah Umat Paroki Karot

2 Mei 2026

Pelantikan DPC GAMKI Nagekeo Jadi Momentum Arah Baru Gerakan Pemuda Berbasis Aksi Nyata

26 April 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.