Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Empat Hari Hilang, Yosep Kepa Ditemukan Tewas di Lowo Madho
HUKUM DAN KEAMANAN

Empat Hari Hilang, Yosep Kepa Ditemukan Tewas di Lowo Madho

By Redaksi11 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yosep Kepa Ditemukan Tewas di Lowo Madho
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Warga RT 10, Desa Teda Kisa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (10/07/2019) pagi.

Jasad tersebut diketahui bernama Yosep Kepa. Pria berusia 41 tahun itu ditemukan tewas di lowo (kali) Madho dekat dengan pondoknya.

Korban ditemukan tewas dalam keadaan terlungkup. Sementara baju korban terlihat meliliti kepalanya.

“Korban hilang dari rumah sejak hari Minggu (7/7/2019). Korban baru ditemukan oleh mantunya sendiri Teresia Dede pada Rabu (10/7/2019) pada pukul 08.00 Wita pagi,” ujar Kepala Desa Teda Kisa, Ignasius Laki yang ditemui VoxNtt.com di sela-sela evakuasi korban di kali Madho.

Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad membenarkan hal itu.

Ia menjelaskan berdasarkan informasi dari anak mantu korban Theresia Dede, ia keluar dari rumah pada hari Minggu 7 Juli 2019 menuju kebunnya di Madho.

Sejak saat itu lantas korban tidak lagi kembali ke rumah. Lalu, pada Selasa 9 Juli 2019 anak korban yang Indah (10) dimintai bantuan oleh perawat di Poskedes Teda Kisa karena istri korban hendak melahirkan. Tidak ada yang mengantar istri korban ke Puskesmas Danga.

Indah kemudian mengecek ayahnya di kebun, namun tidak ditemukan. Sehingga keesokan harinya, Rabu (10/7/2019), mantunya langsung mengecek sendiri korban di kebun.

Ternyata setelah dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dikerumuni lalat dan belatung.

Anak mantunya itu kemudian menyampaikan ke Kepala Desa Teda Kisa untuk selanjutkan meyampaikan ke pihak berwajib.

Menurut AKP Ahmad, pihak Polsek Aesesa bersama keluarga langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RSD Aeramo untuk divisum guna diproses lebih lanjut.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Polsek Aesesa
Previous ArticleKejari Ende Resmi Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana Desa
Next Article Bupati Ngada Minta Polisi Utamakan Sosialisasi Hukum untuk Masyarakat

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.