Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PAN Matim Bakal Pegang Palu, Pengamat: Eksekutif Perlu Dikontrol Partai Lain
NTT NEWS

PAN Matim Bakal Pegang Palu, Pengamat: Eksekutif Perlu Dikontrol Partai Lain

By Redaksi24 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yeremias Dupa, salah satu kandidat kuat Ketua DPRD Matim (Foto: Floresa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum.

Di Manggarai Timur (Matim) Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan perolehan 5 kursi DPRD.

Perolehan ini pun menjadikan partai yang diketuai Bupati Matim, Agas Andreas itu sebagai partai yang bakal menduduki kursi ketua DPRD.

Sejumlah figur yang lolos seperti Yeremias Dupa, Vinsentius Roja, Sifridus Asman mulai disebut-sebut bakal menjadi pemegang EB 2 di Kabupaten itu. 

Pengamat politik Universitas Nusa Cendana, Lasarus Jehamat, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (24/07/2019) menuturkan, PAN Matim harus bisa menjadi lembaga yang bisa mengayomi semua kepentingan.

“PAN harus bisa menjadi lembaga yang bisa mengagregasi kepentingan masyarakat,” ujarnya kepada VoxNtt.com.

Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang

Selain itu, demi mengawal roda kepemerintahan, dosen sosiologi Undana itu menilai sangat diperlukan peran serta dari partai lain. 

“Partai lain diharapkan dapat mengontrol kerja eksekutif,” ucapnya.

Menurut Jehamat, kontrol DPRD sangat diperlukan apalagi mengingat Matim sebagai salah satu kabupaten yang bermasalah. Oleh karena kata dia, produk legislasi prorakyat sangat dinantikan masyarakat Matim.

“Kita tidak mengharapkan wakil rakyat yang 4D. Datang, duduk, diam, duit,” tukasnya. 

Selain kontrol legislatif pada eksekutif, Jehamat juga menyoroti terpilihnya Florensia Parera sebagai satu-satunya anggota DPRD perempuan yang terpilih periode 2019-2024.

Menurutnya, dari fenomena itu ada dua pendekatan yang bisa diperlihatkan.

Pertama, lembaga politik Matim memang masih bias dengan gender. Ada kuasa kekuasaan sehingga perempuan sulit berkibar. 

Kedua, perempuan masih enggan berpolitik. Hal ini kata dia, mesti dicari penyebabnya, namun yang pasti kita butuh perempuan Matim yang mau berpolitik.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Irvan K

Manggarai Timur PAN Matim Yeremias Dupa
Previous ArticlePenjaga Toko Hingga Asisten RT di Ende Terima Upah di Bawah UMP
Next Article Stunting dalam Cengkraman Kemiskinan di NTT

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026
Terkini

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.