Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Honor Ribuan Anggota PPS di TTS Tersumbat di Kecamatan
NTT NEWS

Honor Ribuan Anggota PPS di TTS Tersumbat di Kecamatan

By Redaksi6 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua KPU TTS, Matheus Krivo. (Foto: L. Ulan).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT –Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah usai hampir empat bulan. Ironisnya, honor ribuan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai saat ini tak kunjung cair.

Beberapa anggota PPS di salah satu Desa di Kecamatan Kuanfatu kepada VoxNtt.com, Senin (05/082019) mengaku, sudah tiga bulan, yakni Mei, Juni, Juli honor mereka belum dibayar.

“Di Kecamatan Kuanfatu ada 13 desa. Anggota PPS di setiap desa ada 6 orang. Besaran honor berkisar Rp 700 ribu sampai 900 ribu,” ujar anggota PPS yang enggan namanya ditulis.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTS, Matheus Krivo yang dikonfirmasi secara terpisah, mengaku, prihatin dengan kondisi yang dialami para penyelenggara Pemilu di tingkat desa tersebut.

Matheus Krivo menyebut, KPU TTS sudah melakukan transfer biaya honor semua anggota PPS  yang ada di 266 desa dan 12 kelurahan yang ada di TTS melalui rekening Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Pihak KPU sudah melakukan transfer semua biaya honor anggota PPS pasca Pemilu. Hanya saja, pihak PPK yang belum membayar honor para anggota PPS tersebut,” tandasnya.

Krivo menyebutkan, umumnya honor anggota PPS di TTS belum dibayar oleh PPK.

“Kita sudah  tegaskan agar PPK segera bayar honor PPS. Kecamatan Kolbano dan Kie yang sudah bayar. Kecamatan lainnya belum. Untuk honor satu bulan terakhir sesuai masa kontrak akan ditahan dulu hingga pihak PPS menyelesaikan laporan,” jelasnya.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Matheus A. Krivo TTS
Previous ArticleAliansi Pemuda Desak Pemda Atasi Masalah Air Bersih di Pulau Ende
Next Article Solar Subsidi di Belu Dimonopoli Kontraktor

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.