Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa UKI Olah Limbah Pampers Menjadi Media Tanam
MAHASISWA

Mahasiswa UKI Olah Limbah Pampers Menjadi Media Tanam

By Redaksi7 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa KKN UKI bersama masyarakat Desa Golo Ndori saat menggelar pelatihan pengolahan pampers menjadi media tanam, Selasa (06/08/2019). (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Kuliah bukan hanya belajar menguasai teori dalam buku lalu dipresentasikan di kelas. Kuliah harus sebisa mungkin menggapai ilmu, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan nyata.

Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng telah mengimplementasikan hal itu dalam pengabdian masyarakat, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak, Manggarai Barat.

Dalam KKN itu, salah satu kelompok Mahasiswa KKN Integratif FKIP UKI St. Paulus Ruteng, Senin (06/08/2019) melatih masyarakat mengolah limbah pampers menjadi media tanam.

Koordinator Kelompok KKN Meiyen Kongo, menjelaskan, pengolahan limbah pampers ini merupakan salah satu program kerja KKN itu.

Program itu bertujuan untuk melatih masyarakat setempat dalam memanfaatkan  pampers, atau gel yang ada dalam pampers untuk menampung air yang disiramkan.

Dengan menggunakan pampers itu, tanah yang disiram tidak cepat kering.

“Pengolahan limbah pampers ini melibatkan masyarakat di Desa Golo Ndari. Dalam pengolahannya, cukup memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, sehingga sangat membantu masyarakat dalam pengelolahan limbah pampers ini,” jelasnya.

Kata dia, selama ini, menurut pengakuan warga, belum ada satupun masyarakat yang memanfaatkan pampers sebagai media tanam di Desa Golo Ndari.

“Masyarakat di Desa Golo Ndari sering melakukan penyiraman terhadap bibit tanaman seperti cengkeh, mahoni dan lain-lain setiap hari selama satu bulan karena belum berpengalaman dalam pemanfaatan pampers yang ada,” tuturnya.

Adapun bahan dasarnya, demikian lanjut Meiyen, yaitu limbah pampers dan air secukupnya.

“Proses pembuatannya cukup mudah yakni gunting diaper dan keluarkan isinya, ambil gelnya kemudian masukan dalam ember lalu tuangkan air secukupnya,” terangnya.

Gel-gel tersebut menurut Meiyen, sangat bagus untuk menyerap air sehingga mempertahankan kelembapan tanah.

Selanjutnya, gel-gel yang ada dalam ember tersebut akan disiramkan pada tanaman yang baru ditanam untuk mencegah kekeringan dan mengurangi aktifitas masyarakat untuk menyiram tanaman setiap hari.

Kadar air pada Hasil pengolahan pampers ini dapat bertahan selama satu bulan, sehingga sangat bagus untuk digunakan sebagai media tanam.

“Manfaat lainnya adalah, media ini mengefisienkan waktu kerja, kalau sebelumnya kita menyiram tanaman setiap hari, dengan media ini, kita bisa menghemat waktu menjadi sekali sebulan. Sangat bagus untuk diterapkan di lahan yang kesulitan air,” tutup Meiyen.

Penulis: Pepy Kurniawan

Editor: Boni J

UKI St.Paulus Ruteng
Previous ArticleSoal Tapal Batas: Ada Delapan Fakta Temuan Pansus DPRD Matim
Next Article Mangkrak, Empat Gedung Senilai Rp 9,3 M di TTU Ditumbuhi Rerumputan

Related Posts

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026

Belajar dari Wae Nenda, Ketulusan Umat Jadi Cermin Calon Pendidik

7 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.