Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»9 Bulan Rusak, Bupati Matim Tabur Bunga di Dermaga Borong
Regional NTT

9 Bulan Rusak, Bupati Matim Tabur Bunga di Dermaga Borong

By Redaksi16 Agustus 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua PKK Matim, Theresia Wisang saat menaburkan bunga di Dermaga Borong bersama Wakil Bupati Matim, Jaghur Stefanus dan Ketua DPRD, Lucius Modo, Jumat (16/08/2019). (Foto: Sandri Hayon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sembilan bulan sudah berlalu, kondisi Dermaga Borong, di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim- NTT kian prihatin.

Walau begitu, hingga kini pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat seolah tak peduli dengan kondisi tersebut.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (16/8/2019) sore, Pemkab Matim menggelar upacara tabur bunga di dermaga yang jebol pada 6 Desember 2018 yang silam.

Upacara tabur bunga itu dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, disaksikan oleh seluruh pejabat di kabupaten itu.

Selain para pejabat, tampak beberapa nelayan tengah duduk dan berdiri di pesisir pantai, sembari mengamati momen yang langka itu.

Usai tabur bunga, para pejabat lalu menuju rumah jabatan Bupati Matim, di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

Sehari sebelum upacara tersebut, para nelayan di dermaga itu keluhkan kesulitan mereka mengakses ke dermaga. Bahkan hingga saat ini, mereka belum temukan langkah pemda yang dapat meyakinkan mereka, jika dermaga itu akan dibangun kembali.

Padahal, kondisi dermaga yang ambruk itu, pernah dipantau langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Matim, Agas Andreas dan beberapa pejabat Matim pada Jumat, 3 Mei 2019.

“Para petugas sudah pernah datang ke sini tetapi hanya datang lihat saja, tetapi sampai sekarang hasilnya belum ada,” ujar Marten Adam (45), nelayan yang ditemui VoxNtt.com di Dermaga Borong, Kamis (15/8/2019).

Adam menjelaskan, keberadaan dermaga itu sangat memberikan manfaat bagi nelayan yang melakukan aktivitas di pantai itu.

“Dermaga ini sumbernya kami untuk bongkar muat ikan. Barang-barang mau muat ke kapal sangat setengah mati. Jadi, kami nelayan di sini hanya minta tolong diperabaiki,” pinta Adam, didukung beberapa nelayan lainnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Daerah Manggarai Timur segera memperbaiki dermaga yang rusaknya semakin parah.

“Bapak Bupati Matim tolong bangun Dermaga Borong. Sampai sekarang kami merasa setengah mati untuk melakukan aktivitas melaut kami. Itu saja permintaan kami bapak,” tukasnya.

Pernah Disoroti DPRD

Jumat, 7 Desember 2018, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Antonius Dergong mengatakan, Pemkab Matim melalui BPBD bersama instansi terkait sudah melaporkan ke Pemerintah Pusat tentang kondisi riil dermaga itu.

“Minggu depan saya akan membawa laporan kepada Pemerintah Pusat tentang Dermaga Borong yang akan ambruk dan sudah berusia tua,” ujarnya.

Dergong juga mengimbau agar para nelayan di Kota Borong dan sekitarnya tidak beraktivitas lagi di atas dermaga, baik untuk sandar kapal ikan maupun untuk memancing ikan.

Tidak hanya Dergong, di hari yang sama, Anggota DPRD Matim, Vinsen Reamur juga pernah meminta pemerintah segera mengambil sikap terkait jebolnya Dermaga Borong.

“Pemda harus sikapi ini. Segera alihkan alur kali Wae Bobo dari jembatan Wae Bobo dikeruk, biar air tidak mengalir ke arah dermaga,” tegas Vinsen Jumat, 7 Desember 2018.

Dia mengatakan, Dermaga Borong adalah sarana bagi nelayan untuk mencari nafkah. Karena itu, pemerintah mesti cepat menangani bencana yang melanda dermaga karena berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar, khususnya para nelayan.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Boni J

Agas Andreas Ande Agas Dermaga Borong Manggarai Timur
Previous ArticleKades Bere Dinilai Kebal Hukum
Next Article Santri Nurul Mustafa Ende Gelar Deklarasi Kebangsaan

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.