Ketua PKK Matim, Theresia Wisang saat menaburkan bunga di Dermaga Borong bersama Wakil Bupati Matim, Jaghur Stefanus dan Ketua DPRD, Lucius Modo, Jumat (16/08/2019). (Foto: Sandri Hayon/Vox NTT).
alterntif text

Borong, Vox NTT-Sembilan bulan sudah berlalu, kondisi Dermaga Borong, di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim- NTT kian prihatin.

Walau begitu, hingga kini pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat seolah tak peduli dengan kondisi tersebut.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (16/8/2019) sore, Pemkab Matim menggelar upacara tabur bunga di dermaga yang jebol pada 6 Desember 2018 yang silam.

Upacara tabur bunga itu dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, disaksikan oleh seluruh pejabat di kabupaten itu.

Selain para pejabat, tampak beberapa nelayan tengah duduk dan berdiri di pesisir pantai, sembari mengamati momen yang langka itu.

Usai tabur bunga, para pejabat lalu menuju rumah jabatan Bupati Matim, di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

Sehari sebelum upacara tersebut, para nelayan di dermaga itu keluhkan kesulitan mereka mengakses ke dermaga. Bahkan hingga saat ini, mereka belum temukan langkah pemda yang dapat meyakinkan mereka, jika dermaga itu akan dibangun kembali.

Padahal, kondisi dermaga yang ambruk itu, pernah dipantau langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Matim, Agas Andreas dan beberapa pejabat Matim pada Jumat, 3 Mei 2019.

“Para petugas sudah pernah datang ke sini tetapi hanya datang lihat saja, tetapi sampai sekarang hasilnya belum ada,” ujar Marten Adam (45), nelayan yang ditemui VoxNtt.com di Dermaga Borong, Kamis (15/8/2019).

Adam menjelaskan, keberadaan dermaga itu sangat memberikan manfaat bagi nelayan yang melakukan aktivitas di pantai itu.

“Dermaga ini sumbernya kami untuk bongkar muat ikan. Barang-barang mau muat ke kapal sangat setengah mati. Jadi, kami nelayan di sini hanya minta tolong diperabaiki,” pinta Adam, didukung beberapa nelayan lainnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Daerah Manggarai Timur segera memperbaiki dermaga yang rusaknya semakin parah.

“Bapak Bupati Matim tolong bangun Dermaga Borong. Sampai sekarang kami merasa setengah mati untuk melakukan aktivitas melaut kami. Itu saja permintaan kami bapak,” tukasnya.

Pernah Disoroti DPRD

Jumat, 7 Desember 2018, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Antonius Dergong mengatakan, Pemkab Matim melalui BPBD bersama instansi terkait sudah melaporkan ke Pemerintah Pusat tentang kondisi riil dermaga itu.

“Minggu depan saya akan membawa laporan kepada Pemerintah Pusat tentang Dermaga Borong yang akan ambruk dan sudah berusia tua,” ujarnya.

Dergong juga mengimbau agar para nelayan di Kota Borong dan sekitarnya tidak beraktivitas lagi di atas dermaga, baik untuk sandar kapal ikan maupun untuk memancing ikan.

Tidak hanya Dergong, di hari yang sama, Anggota DPRD Matim, Vinsen Reamur juga pernah meminta pemerintah segera mengambil sikap terkait jebolnya Dermaga Borong.

“Pemda harus sikapi ini. Segera alihkan alur kali Wae Bobo dari jembatan Wae Bobo dikeruk, biar air tidak mengalir ke arah dermaga,” tegas Vinsen Jumat, 7 Desember 2018.

Dia mengatakan, Dermaga Borong adalah sarana bagi nelayan untuk mencari nafkah. Karena itu, pemerintah mesti cepat menangani bencana yang melanda dermaga karena berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar, khususnya para nelayan.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Boni J