Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Event Budaya TTS Bisa Dongkrak Pendapatan Rumah Tangga
Ekbis

Event Budaya TTS Bisa Dongkrak Pendapatan Rumah Tangga

By Redaksi29 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Filda Yupik Boimau, anggota DPRD TTS (FOTO: L. Ulan/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Sejak awal bulan Agustus 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar berbagai event budaya.

Rabu (28/08/2019) sore, Bupati TTS, Epy Tahun kembali membuka kegiatan parade wisata tingkat Kabupaten TTS.

Bupati Epy Tahun, saat diwawancarai VoxNtt.com, Rabu (28/08/2019), mengatakan, berbagai kegiatan seni dan budaya selama bulan Agustus 2019, merupakan upaya Pemkab TTS melestarikan warisan budaya yang ada di TTS.

Menurutnya, Pemkab TTS telah mengeluarkan aturan melalui instruksi Bupati agar dua hari dalam seminggu semua Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab TTS serta sekolah-sekolah wajib mengenakan busana tradisional TTS.

Selain itu, tambah Epy Tahun, event Agustusan ini ke depannya akan dilaksanakan sebagai momen untuk menjual pariwisata seni dan budaya TTS.

“Selain itu sebagai upaya meningkatkan pendapatan industri tenun ikat di TTS,” katanya.

Gebrakan Pemkab TTS ini pun mendapat apresiasi anggota DPRD TTS, Filda Yupik Boimau.

Menurut Yupik, anggota DPRD asal Partai Hanura, kebijakan Pemkab untuk melestarikan budaya TTS membawa dampak positif.

“Kegiatan-kegiatan bernuansa budaya ini, selain melestarikan karya seni tenun para pendahulu, juga bisa meningkatkan ekonomi ibu rumah tangga. Perajin tenun di TTS adalah ibu-ibu rumah tangga. Oleh karena itu kebijakan memakain pakaian tenun tradisional di saat jam kerja sangat pro kaum perempuan dan ikut dongkrak pendapatan rumah tangga,” tandasnya.

Dia berharap ke depan, Pemkab TTS terus melakukan sosialisasi penggunaan tenun di berbagai kalangan.

“Kalau di Bali, budaya sangat kental budayanya karena menyatu dengan kepercayaan masyarakat Hindu. Jadi, kalau ada doa atau acara wajib mengenakan pakaian adat Bali,” ujar istri dari Ketut Susiana ini.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

Bupati TTS Epy Tahun TTS
Previous ArticleGandeng WVI, Pemdes Wudi Peringati HAN 2019
Next Article Selain Alat Kelengkapan, Rujab Jadi Prioritas Pimpinan Sementara DPRD TTS

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.