Anggota DPRD Matim dari Dapil Kota Komba, Vinsensius Reamur

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Vinsensius Reamur meminta Inspektorat untuk bersikap terbuka atas laporan pertanggungjawaban calon kepala desa (cakades) incumbent di kabupaten itu.

“Kalau memang sudah selesai audit di-68 desa, maka harus disampaikan ke masyarakat supaya masyarakat tahu tentang kinerja dari kepala desa,” ujar Reamur kepada VoxNtt.com di Boronh, Selasa (10/09/2019) siang.

Apalagi jelas dia, sebagian masyarakat Manggarai Timur belum mengetahui pentingnya sebuah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepala desa.

Pria kelahiran 5 April 1981 itu mengatakan, keterbukaan informasi publik sangat diperlukan agar tidak menimbulkan situasi yang tidak kondusif saat puncak Pilkades nanti.

“Sekali lagi asas keterbukaan dari Inspektorat sangat penting agar bisa jelas, dan para calon Kades incumbent ini bisa kembali bertarung,” ujar politisi partai Golongan Karya (Golkar) itu.

Menurut politisi asal Kota Komba itu, sikap terbuka harus dikedepankan. Apalagi saat ini kemajuan teknologi telah mempermudah masyarakat untuk mengakses setiap informasi yang tengah berkembang.

“Kalau omong audit perlu terbuka jangan ada yang disembunyikan,” tegas Reamur.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Matim, Yosef Durahi juga meminta Inspektorat untuk melakukan audit para calon kepala desa incumbent yang bakal bertarung pada Pilkades mendatang.

Menurut mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Matim itu, audit Inspektorat sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.

“Hasil audit dari Inspektorat nanti disampaikan melalui surat keterangan, apakah calon Kades incumbent itu bebas temuan atau tidak. Apabila ada temuan tinggal nanti di pantia Pilkades yang memutuskan,” katanya, Senin (09/09/2019).

Sementara itu, Kepala Inspektorat Matim Fansi Aldus Jahang mengaku saat ini pihaknya tengah melalukan audit di beberapa kecamatan.

“Kita sudah lakukan audit di-4 kecamatan, tinggal Kecamatan Rana Mese yang belum. Dan tim kita mau turun ke sana,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com.

Setelah melakukan audit jelas Jahang, pihaknya langsung membahas di tingkat tim. Apabila ada temuan akan segera memanggil kades untuk meminta penjelasan.

“Sekarang kita lagi rampung sambil menunggu 5 desa di Kecamatan Rana Mese,” katanya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

alterntif text