Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»“Lautan” Sampah di Depan Kantor Bupati TTU Belum Dibersihkan
Regional NTT

“Lautan” Sampah di Depan Kantor Bupati TTU Belum Dibersihkan

By Redaksi25 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
"Lautan" sampah yang berserakan di lokasi pasar rakyat yang terletak di depan kantor bupati TTU yang belum dibersihkan hingga, Selasa, 24 September 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-“Lautan” sampah yang berserakan di depan Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU) hingga saat ini belum dibersihkan.

Lokasi tersebut sebelumnya digunakan sebagai arena pasar rakyat dalam rangka HUT Kota Kefamenanu ke-97 yang digelar sejak tanggal 11 September hingga 22 September kemarin.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa (24/09/2019) di lokasi tersebut, selain sampah plastik, juga terdapat kaleng bekas, serta kertas.

Selain di lokasi pasar rakyat, serakan sampah juga terlihat di lapangan yang menjadi lokasi pameran dan expo.

Padahal sesuai informasi yang berhasil dihimpun VoxNtt.com, 152 pelaku usaha yang berdagang di arena pasar rakyat tersebut masing-masing menyetor uang Rp 50 ribu kepada panitia untuk membersihkan sampah.

Kepala Bagian Umum Setda TTU Yoseph Tanu yang termasuk dalam seksi kebersihan perayaan HUT Kota Kefamenanu ke-97 saat dikonfirmasi VoxNtt.com di ruang kerjanya mengakui hingga saat ini pihaknya belum membersihkan sampah tersebut.

Hal itu lantaran saat ini pihaknya sementara sibuk membongkar stan dan panggung.

Namun begitu, ia optimistis Selasa sore sampah tersebut dapat dibersihkan seluruhnya.

“Biasanya setelah pembongkaran stan itu 3 hari baru bisa pembersihan sampah selesai, kesadaran kita untuk buang sampah pada tempatnya memang masih rendah padahal kita sudah sediakan drum-drum sampah di sepanjang areal jalan dan sekitar lokasi pameran serta pasar rakyat,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleProyek Jalan Senilai Rp 10 Miliar di TTU Mulai Dikerjakan
Next Article Menguak Misteri Warloka, Pelabuhan Kuno Internasional di NTT yang Hilang

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.