Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Oknum Pendamping Desa di Nagekeo Diduga Rangkap Sebagai Kontraktor
VOX DESA

Oknum Pendamping Desa di Nagekeo Diduga Rangkap Sebagai Kontraktor

By Redaksi27 September 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Drs. Imanuel Ndun, M.Si, Kepala Dinas PMD-P3A Kabupaten Nagekeo (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Oknum pendamping desa di Kabupaten Nagekeo berinisial JD diduga merangkap sebagai kontraktor.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima VoxNtt.com menyebutkan, JD diduga ikut mengerjakan proyek lanjutan pembukaan jalan produksi usaha peternakan Ranch Ternak Desa Renduwawo, Kecamatan Aesesa Selatan.

Proyek tersebut milik Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo tahun anggaran 2019 dengan nilai pagu paket sebesar Rp 180 juta.

Dalam pengerjaannya, JD menggunakan CV
Ugracena Putra.

Kepala Dinas PMD-P3A Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Jumat (27/09/2019), mengaku ia belum menerima laporan tentang adanya pendamping desa yang ikut mengerjakan proyek Pemerintah Kabupaten Nagekeo tahun 2019.

Secara umum, Imanuel menegaskan, pendamping desa memang dilarang merangkap sebagai kontraktor atau merangkap jabatan lainnya yang pembiayaan gajinya berasal dari keuangan Negara.

Sanksinya bila terbukti, kata dia, akan dipecat dari jabatan.

Imanuel berharap agar masyarakat segera melapor ke Dinas PMD-P3A bila mengetahui adanya pendamping desa yang terindikasi menjadi kontraktor atau sedang merangkap jabatan lainnya.

Ia menegaskan, jika ada laporan dari masyarakat berhasil diverifikasi dan terbukti, maka Dinas PMD-P3A tak segan-segan akan memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya sebagai pendamping desa.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Herman Petrus Gu belum bisa dikonfirmasi.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleFKUB Manggarai Raya: Bangsa Kita Mulai Koyak, Agama Dipolitisasi
Next Article Permaper TTU Rekrut Anggota Baru

Related Posts

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.