Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa PGSD Unika Ruteng Ikut Kompetisi Debat Nasional di Solo
MAHASISWA

Mahasiswa PGSD Unika Ruteng Ikut Kompetisi Debat Nasional di Solo

By Redaksi3 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta debat dari PGSD FKIP UNIKA Santu Paulus Ruteng (yang mengenakan jas kuning) pose bersama peserta debat dari UNDIKSA Bali (Foto: Marselinus Robe)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng mengikuti kompetisi debat nasional di Solo, Jawa Tengah, Rabu (02/10/2019).

Kompetisi debat yang di gedung Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. Garuda Mas No. 4B Mendungan, Pabelan, Sukoharjo itu dalam rangka Pekan Ilmiah Mahasiswa dan Pelajar (PIMPEL) 2019.

Debat tersebut bertajuk “Menumbuhkan Generasi 4C (Creative, Critical Thinking, Collaboration, Communicative)  di Era Revolusi Industri 4.0.”

Prodi PGSD FKIP Unika Santu Paulus Ruteng mengutus satu tim pendebat. Para peserta debatnya merupakan mahasiswa prodi PGSD yang meraih juara 1 pada saat perlombaan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat program studi PGSD FKIP Unika Santu Paulus Ruteng tahun 2019.

Adapun peserta yang ikut antara lain; Aleksius Jeka, Agustina Rona, dan Katarina Metilda Sari Kada. Tim itu didampingi oleh seorang dosen Program Studi PGSD yakni Marselinus Robe, M.Pd.

Pada babak penyisihan tim pendebat PGSD FKIP Unika Santu Paulus Ruteng berhadapan dengan tim pendebat dari Universitas Pendidikan Ganesha dan Universitas Veteran Bangun Nusantara. Kegiatan debat itu berlangsung tertutup hingga akhir.

Secara keseluruhan, peserta dalam kegiatan lomba debat nasional itu terdiri dari 14 tim. Semua peserta adalah mahasiswa jurusan PGSD dari 9 kampus di Indonesia.

Adapun 9 kampus itu yang tercatat sebagai peserta lomba yakni; Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Slamet Riyadi, Universitas Sebelas Maret, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jember, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh ketua prodi PGSD FKIP UMS, Nur Amalia, M.Teach pada pukul 08.00 waktu setempat.

Dosen lulusan Australia itu dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa yang hidup pada era post-truth perlu memiliki sejumlah keterampilan. Keterampilan-keterampilan itu harus diasah melaui kompetisi debat.

Ketua Prodi PGSD FKIP UMS, Nur Amalia, M.Teach. saat memberikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan itu secara resmi (Foto: Marselinus Robe)

“Sekarang kita masuk pada era post-truth, era kaburnya publik dari fakta-fakta objektif dan banjirnya berita hoaks. Ini membutuhkan generasi-generasi yang memiliki keterampilan: kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif,” ungkap Nur.

“Dalam debat keterampilan kolaboratif anda dilatih. Kreativitas anda dituntut. Selanjutnya, kekritisan anda dalam melihat suatu topik atau isu dari sudut pandang lain dibutuhkan. Dan, tentu saja cara komunikasi baik lisan dan gesture tubuh dalam mematahkan lawan sangat diperlukan,” lanjut dia.

KR: Selvianus Hadun
Editor: Ardy Abba

PGSD Unika Santu Paulus UNIKA Santu Paulus Ruteng
Previous ArticleListrik Padam, Pelayanan Kesehatan di RSD Aeramo Terhenti
Next Article Lepas Kontingen Soeratin Cup U-17, Bupati Stefanus: Promosikan Daerah Malaka

Related Posts

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026

Belajar dari Wae Nenda, Ketulusan Umat Jadi Cermin Calon Pendidik

7 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.